fin.co.id - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Tunggul, angkat bicara mengenai kronologi insiden penganiayaan yang melibatkan salah satu prajuritnya terhadap dua warga di Tapos, Depok.
Menurut Laksma Tunggul, peristiwa ini bermula ketika seorang prajurit berinisial Serda M, bersama dengan warga setempat, mencurigai aktivitas dua orang yang memasuki wilayah mereka.
Kecurigaan tersebut didasari oleh dugaan bahwa kedua orang tersebut hendak melakukan transaksi ilegal di area tersebut. Serda M kemudian mengambil tindakan berdasarkan kecurigaan ini.
Namun, tindakan yang diambil oleh Serda M dinilai berlebihan dan berujung pada penganiayaan fisik terhadap kedua warga tersebut. Akibatnya, kedua korban mengalami luka parah.
Tragisnya, salah satu korban yang diidentifikasi sebagai WAT, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Korban lainnya dilaporkan mengalami luka berat.
Saat ini, terduga pelaku, Serda M, telah diamankan oleh Polisi Militer (PM) Kodaeral III. Berkas perkara dari Polsek Cimanggis juga telah dilimpahkan kepada pihak militer.
Serda M sedang menjalani pemeriksaan mendalam di bawah hukum militer terkait perbuatannya. Pihak TNI AL berkomitmen untuk memproses kasus ini secara hukum.
Menyikapi insiden ini, Laksma Tunggul menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. TNI AL menyatakan keprihatinan atas peristiwa yang terjadi.
TNI AL juga menyatakan kekecewaannya atas insiden tersebut. Mereka menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan secara transparan dan profesional.
Pihak TNI AL berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas, memastikan keadilan ditegakkan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. (Anisha Aprilia)