fin.co.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengamankan modus peredaran narkoba yang semakin canggih dan mengkhawatirkan. Kali ini, petugas berhasil menggerebek sebuah laboratorium rahasia di salah satu apartemen mewah di kawasan Ancol, Jakarta Utara.
Di tempat ini, sindikat internasional memproduksi narkoba jenis baru yang dikemas dalam bentuk liquid vape dan minuman energi populer, yang mereka sebut sebagai "happy water."
Penemuan ini mengungkap betapa liciknya para bandar narkoba dalam menjerat generasi muda dengan produk-produk yang tampak modern dan legal.
Intisari :
- BNN berhasil menggerebek laboratorium narkoba cair yang tersembunyi di apartemen Ancol, Jakarta.
- Laboratorium ini memproduksi narkoba dalam bentuk liquid vape dan "happy water" untuk menyasar pasar yang lebih luas.
- Pengungkapan ini berawal dari penangkapan penumpang asal Malaysia di Bandara Soekarno-Hatta yang membawa bahan narkotika terlarang.
Sindikat Internasional Kelabui Petugas dengan Modus Canggih
Plt. Deputi Pemberantasan BNN, Budi Wibowo, membeberkan kronologi pengungkapan yang mengejutkan ini. Ia menjelaskan bahwa petugas menemukan sebuah tempat yang secara khusus digunakan untuk meracik dan mengolah narkotika cair. Narkoba cair ini kemudian disuntikkan ke dalam cartridge liquid vape dan juga dioplos untuk menjadi "happy water," sebuah minuman yang dikemas sedemikian rupa agar menyerupai produk minuman energi legal.
Budi menambahkan, penggerebekan ini berhasil mengamankan empat orang tersangka yang memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut. Lebih mengkhawatirkan lagi, laboratorium ini ternyata merupakan bagian dari jaringan peredaran gelap narkotika berskala internasional.
Operasi ini sendiri bermula dari giat rutin BNN selama periode Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Ketika itu, tim BNN menangkap dua orang penumpang yang baru tiba dari Malaysia. Keduanya berinisial HHS dan DM, dan saat digeledah, mereka kedapatan membawa bahan yang diduga kuat mengandung narkotika jenis MDMA dan Ethomidate. Temuan ini menjadi titik awal penyelidikan lebih lanjut.
Mengacu pada temuan awal ini, tim gabungan BNN langsung melakukan pengembangan. Tak lama kemudian, dua orang lainnya berhasil ditangkap. Mereka adalah PS dan HSN, yang diduga kuat berperan sebagai pengendali lapangan sekaligus pengatur operasional seluruh jaringan peredaran narkoba tersebut. Keterangan dari tersangka PS inilah yang kemudian mengarahkan petugas ke lokasi apartemen di Jakarta.
Dari Apartemen ke Gudang: Jejak Narkoba Cair Terkuak
Penggerebekan di apartemen Ancol menjadi momen krusial. Di sana, petugas menemukan bagaimana bahan baku narkotika seperti MDMA dan Ethomidate yang diselundupkan dari luar negeri dicampur. Prosesnya cukup detail, bahan-bahan terlarang tersebut dicampur dengan minyak nikotin dan berbagai cairan perasa untuk menciptakan liquid vape yang mematikan.
Setelah proses peracikan di apartemen selesai, liquid vape yang mengandung narkoba tersebut kemudian dipindahkan ke lokasi lain untuk proses distribusi lebih lanjut. Penyelidikan mendalam membawa tim BNN ke sebuah gudang di wilayah Pademangan, Jakarta Utara. Di lokasi gudang inilah, petugas menyita sejumlah besar barang bukti yang sangat mengkhawatirkan.
Barang bukti yang diamankan meliputi bahan-bahan yang diduga kuat merupakan narkotika, puluhan cartridge liquid vape yang sudah siap edar dan dipastikan mengandung narkoba, ribuan cartridge kosong yang siap diisi ulang, serta berbagai macam bahan baku dan peralatan yang digunakan untuk meracik narkoba cair. Temuan di gudang ini semakin menegaskan skala operasi dan kemampuan sindikat ini dalam memproduksi narkoba secara masif.