Gejolak AS–Venezuela Pengaruhi Harga BBM di Indonesia?

news.fin.co.id - 06/01/2026, 10:30 WIB

Gejolak AS–Venezuela Pengaruhi Harga BBM di Indonesia?

Ilustrasi - SPBU Pertamina

fin.co.id - Pemerintah memastikan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela sejauh ini belum membawa dampak terhadap pasokan maupun harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut kondisi energi nasional masih berada dalam situasi aman.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan hingga saat ini belum ada efek langsung dari perkembangan situasi di Venezuela terhadap ketersediaan BBM di Indonesia.

“Kita sumber crude-nya itu bukan dari sana. Jadi dari wilayah lain. Jadi masih stabil,” kata Laode usai penutupan Posko Nasional Sektor ESDM Nataru 2025-2026 di Jakarta, Senin 6 Januari 2026.

Meski demikian, pemerintah tetap mengambil langkah antisipatif dengan terus memantau dinamika global, termasuk kemungkinan pengaruhnya terhadap pergerakan harga minyak dunia.

“Antisipasi itu selalu ada,” ujar dia.

Di sisi lain, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) sebelumnya menyampaikan klarifikasi terkait keterlibatan perusahaan di Venezuela. Dalam keterangan resminya, PIEP menyebut sebagai pemegang saham mayoritas Maurel & Prom (M&P) dengan kepemilikan 71,09 persen, di mana salah satu aset M&P berada di Venezuela.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan perusahaan, hingga kini tidak ditemukan dampak terhadap aset maupun staf M&P yang beroperasi di negara tersebut. PIEP juga menegaskan terus melakukan pemantauan ketat serta menjalin koordinasi berkelanjutan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas sebagai langkah kehati-hatian.

Dalam kesempatan yang sama, Laode turut menyinggung arah kebijakan energi pemerintah pada 2026, khususnya upaya menekan ketergantungan impor solar. Pemerintah menargetkan pemenuhan kebutuhan solar dari produksi dalam negeri seiring rencana beroperasinya proyek refinery development master plan (RDMP) Balikpapan.

“Tahun 2026 ini sesuai yang sudah diumumkan oleh Pak Menteri, bahwa solar itu nanti sudah kita tidak impor lagi. Jadi kita mengandalkan produksi dalam negeri setelah beroperasinya RDMP Balikpapan,” ucapnya.

Menurut Laode, pemerintah akan menyampaikan perkembangan terbaru terkait RDMP Balikpapan serta kebijakan lanjutan sektor energi melalui mekanisme resmi yang berlaku. (ant)

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca