Indonesia Cetak Sejarah, Pemerintah Resmi Miliki Hotel di Makkah, Kapan Beroperasinya?

news.fin.co.id - 07/01/2026, 18:49 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Pemerintah Resmi Miliki Hotel di Makkah, Kapan Beroperasinya?

KJRI Jeddah mengonfirmasi 19 WNI diamankan aparat Saudi terkait dugaan pelanggaran hukum selama musim haji 2026.

fin.co.id - Indonesia mencatat tonggak sejarah baru dalam pelayanan ibadah haji. Untuk pertama kalinya, pemerintah Indonesia resmi memiliki hotel sendiri di Kota Makkah, Arab Saudi, setelah memenangkan proses bidding yang digelar otoritas setempat.

Kepemilikan aset ini menjadi langkah strategis besar yang diyakini akan membawa perubahan signifikan bagi pelayanan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Kabar bersejarah ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukan hanya prestasi diplomatik, tetapi juga bukti kepercayaan besar pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia.

Advertisement

“Ini pertama kalinya pemerintah Arab Saudi mengubah aturan sehingga sebuah negara bisa memiliki aset di sana. Ini menjadi kabar baik bagi Indonesia dan umat Islam,” ujar Prasetyo di Hambalang, Bogor, dikutip, Rabu, 7 Januari 2026.

Keberhasilan Indonesia memiliki hotel di Makkah tidak lepas dari diplomasi intensif yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah Indonesia disebut melakukan pendekatan strategis dengan Arab Saudi untuk membuka peluang kepemilikan aset asing di wilayah Kerajaan.

Dalam proses ini, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, memegang peran penting. Melalui Danantara Indonesia, pemerintah berhasil meyakinkan otoritas Arab Saudi terkait manfaat jangka panjang proyek tersebut, khususnya dalam peningkatan layanan haji dan umrah.

Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia.

Hotel milik pemerintah Indonesia ini nantinya akan menjadi bagian dari proyek ambisius Kampung Haji Indonesia yang berlokasi di kawasan Tahrir, Makkah.

Proyek ini dirancang sebagai kawasan terpadu khusus jemaah Indonesia, lengkap dengan fasilitas akomodasi, layanan kesehatan, hingga area komersial.

Menteri Haji dan Umrah, M. Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa hotel tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada musim haji 2027.

“Targetnya memang 2027,” ungkap Irfan Yusuf.

Sementara itu, pembangunan Kampung Haji Indonesia direncanakan mulai pada kuartal IV 2026. Saat ini, lokasi proyek masih dalam tahap survei dan kajian teknis oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Advertisement

Investasi Jumbo Rp 13,34 Triliun

Untuk merealisasikan proyek besar ini, Danantara Indonesia menyiapkan investasi sekitar US$ 800 juta atau setara Rp 13,34 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun 13 tower hotel modern yang dilengkapi kawasan komersial dan fasilitas pendukung jemaah.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana - FIN.CO.ID