Nasional . 07/01/2026, 19:02 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) membeberkan faktor-faktor utama yang menentukan kelolosan siswa dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, khususnya bagi sekolah berakreditasi A yang memperoleh kuota hingga 45 persen melalui penggunaan e-Rapor.
Penjelasan ini menjadi penting di tengah tingginya antusiasme siswa kelas XII yang mengincar jalur prestasi tanpa tes tulis.
Koordinator Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi SNPMB, Riza Satria Perdana, menegaskan bahwa kelulusan SNBP tidak ditentukan oleh satu faktor tunggal. Penilaian dilakukan secara komprehensif oleh masing-masing perguruan tinggi negeri (PTN) berdasarkan sejumlah komponen akademik dan non-akademik.
“Yang dinilai itu rata-rata nilai rapor keseluruhan, kemudian nilai mata pelajaran pendukung sesuai program studi yang dituju, lalu prestasi siswa seperti lomba atau kejuaraan,” kata Riza dalam Sosialisasi Daring Registrasi Akun SNPMB dan Pengisian PDSS, dikutip Rabu, 7 Januari 2026.
Riza menjelaskan, rata-rata nilai rapor dari semester awal hingga akhir masih menjadi fondasi utama penilaian SNBP. Namun, nilai tersebut tidak berdiri sendiri. PTN juga memberikan bobot lebih pada mata pelajaran pendukung yang relevan dengan program studi tujuan.
Sebagai contoh, siswa yang mendaftar ke prodi teknik akan lebih diperhatikan nilai matematika dan fisikanya, sementara calon mahasiswa prodi kedokteran akan dinilai kuat pada mata pelajaran biologi dan kimia.
Selain itu, prestasi akademik maupun non-akademik seperti kejuaraan tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional juga menjadi nilai tambah yang signifikan.
Isu penggunaan e-Rapor juga menjadi perhatian banyak sekolah. Riza menegaskan bahwa penggunaan e-Rapor tidak membedakan peluang kelulusan siswa dibandingkan pengisian PDSS secara manual.
Menurutnya, e-Rapor hanya berdampak pada aspek administratif sekolah, termasuk penambahan kuota SNBP hingga 45 persen bagi sekolah berakreditasi A.
“Apakah sekolah pakai e-Rapor atau manual, peluang siswanya sama. Yang membedakan itu kuota sekolahnya, bukan cara penilaian siswanya,” tegas Riza.
Dengan kata lain, siswa tetap bersaing secara adil di tingkat PTN. Sistem penilaian SNBP sepenuhnya berada di tangan perguruan tinggi tujuan, bukan ditentukan oleh metode input data sekolah.
Selain nilai, Riza menyoroti strategi pemilihan program studi (prodi) sebagai faktor yang sering diabaikan siswa. Ia menjelaskan bahwa mekanisme seleksi SNBP berbeda dengan SNBT.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media