Danantara Siapkan Dua Jalur Strategis Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah

news.fin.co.id - 09/01/2026, 16:44 WIB

Danantara Siapkan Dua Jalur Strategis Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah

PT Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana melakukan konsolidasi besar-besaran terhadap perusahaan pelat merah.

fin.co.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) atau Danantara Indonesia menyiapkan dua strategi utama dalam rencana pengembangan Kompleks Haji (Hajj Complex) atau Kampung Haji Indonesia di Makkah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi jangka panjang dan terencana bagi pelayanan jemaah haji dan umrah asal Indonesia.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa pihaknya menjalankan perencanaan secara paralel melalui dua jalur strategis. Jalur pertama difokuskan pada pengembangan kawasan Thakher, Makkah, sementara jalur kedua dilakukan dengan mengikuti proses lelang lahan yang dikelola Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC).

“Kami membangun Kompleks Haji (Hajj Complex) melalui pendekatan secara bertahap, sementara pada saat yang sama kami juga masih mengikuti proses lelang RCMC untuk peluang kawasan lain yang lebih dekat dengan pusat aktivitas haji dan umrah,” ucap Pandu kepada media secara daring, Jumat, 9 Januari 2026.

Kawasan Thakher dipilih sebagai fondasi awal pengembangan karena telah memiliki aset eksisting yang siap dikembangkan. Saat ini, kawasan tersebut mencakup Novotel Thakher Makkah yang telah beroperasi, serta sekitar 4,4 hektare lahan pengembangan yang berada di koridor strategis berjarak sekitar 2–3 kilometer dari Masjidil Haram.

Advertisement

Kawasan ini telah memiliki sekitar 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara, serta kurang lebih 14 plot lahan yang direncanakan untuk pengembangan lanjutan, termasuk fasilitas komersial dan pusat ritel. Dalam rencana jangka menengah hingga panjang, kawasan Thakher ditargetkan berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan kapasitas mencapai 22.000 jemaah, atau sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahun.

Pandu menegaskan bahwa pengembangan Thakher tidak hanya berfokus pada penyediaan akomodasi, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem layanan yang menyeluruh bagi jemaah Indonesia, mulai dari ritel, logistik, hingga berbagai layanan pendukung lainnya.

“Kami ingin membangun ekosistem, bukan hanya hotel. Kawasan Thakher kami siapkan sebagai basis pengembangan layanan jamaah Indonesia yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan bahwa proyek Kampung Haji akan dijalankan melalui kombinasi pendekatan, yakni partisipasi dalam lelang lahan yang dibuka otoritas Arab Saudi serta penjajakan akuisisi aset dan pengembangan lahan alternatif.

Menurut Rosan, inisiatif ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan jemaah, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang signifikan bagi Indonesia. Proyek tersebut diproyeksikan mampu menciptakan hingga 7.500 lapangan kerja bagi tenaga kerja Indonesia serta menghasilkan nilai ekonomi lebih dari Rp2,5 triliun per tahun melalui penguatan ekosistem halal.

“Project Berkah bukan hanya soal akomodasi jamaah, tetapi tentang membuka peluang ekonomi baru bagi Indonesia dan meningkatkan standar pelayanan publik bagi masyarakat yang melaksanakan ibadah haji,” tegas Rosan.

Bianca Khairunnisa/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID