Ekonomi . 09/01/2026, 16:54 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Menteri Bahlil berjanji akan segera menyampaikan hasil perhitungan ini kepada Presiden terpilih, Prabowo Subianto, untuk mendapatkan persetujuan final secepat mungkin.
Percepatan persetujuan ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah dalam menangani dampak bencana.
Untuk menghindari penyalahgunaan dan memastikan bantuan sampai pada pihak yang paling membutuhkan, pemerintah menetapkan batasan yang jelas.
Menteri Bahlil mengingatkan bahwa masyarakat yang berada di wilayah yang tidak terdampak bencana sebaiknya tidak berharap mendapatkan fasilitas serupa.
Penegasan ini penting agar tidak terjadi kesenjangan dan kecemburuan sosial.
"Wilayah lain enggak. Jadi ya jangan sampai saudara-saudara kita yang kena bencana dan yang tidak kena disamakan dong, jangan ya," tegas Bahlil dengan nada serius.
Prioritas utama adalah warga yang kehilangan harta benda dan mengalami kesulitan hidup akibat terjangan bencana alam.
Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memberikan perlindungan dan dukungan maksimal kepada mereka yang sedang berada dalam kesulitan terberat.
Ini bukan sekadar bantuan, melainkan bentuk solidaritas dan kepedulian dari seluruh elemen bangsa.
Selain keringanan tarif listrik, Kementerian ESDM tidak tinggal diam dalam upaya pemulihan pascabencana.
Pemerintah secara agresif memastikan ketersediaan pasokan energi lainnya di titik-titik pengungsian.
Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) terus disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dapur umum para pengungsi.
Selain itu, pasokan energi ini juga krusial untuk mendukung operasional alat-alat berat yang digunakan dalam proses evakuasi dan pembersihan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media