fin.co.id – Fenomena lubang besar atau sinkhole yang muncul di tengah persawahan di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Rabu, 7 Januari 2026, mengundang perhatian warga. Lubang yang dipenuhi air jernih kebiruan ini ramai didatangi orang-orang yang ingin menyaksikan keajaiban alam tersebut.
Namun, epidemiolog dan peneliti dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, memperingatkan agar masyarakat tidak buru-buru minum air dari sinkhole sebelum ada hasil uji laboratorium resmi.
“Air yang berasal dari sinkhole bisa berisiko bagi kesehatan jika tidak dipastikan kebersihan dan kualitasnya,” kata Dicky, Jumat, 9 Januari 2026.
Menurut Dicky, air dari sinkhole sangat rentan terhadap kontaminasi bakteri patogen, virus, protozoa, seperti E. coli, Salmonella, dan Vibrio cholerae. Selain itu, air juga bisa mengandung zat kimia berbahaya, termasuk logam berat seperti timbal, merkuri, arsenik, atau nitrate yang berasal dari tanah dan bahan organik yang membusuk.
“Penyakit yang ditularkan melalui air sinkhole bisa menyebabkan diare, muntah, dehidrasi, hingga gangguan saluran pencernaan lainnya,” tambahnya.
Dicky menekankan pentingnya pengujian kualitas air secara rutin, dengan parameter seperti:
- Total Bakteri Koliform dan E. coli
- TDS (Total Dissolved Solids) untuk kandungan mineral
- pH air untuk tingkat keasaman atau kebasaan
- Kandungan logam berat dan bahan kimia berbahaya lainnya
Fenomena ini pertama kali diketahui oleh seorang petani yang sedang menggarap sawah, ketika terdengar dentuman keras disusul tanah amblas membentuk lubang besar dengan aliran air deras yang meluber ke area persawahan.
Meski tampak menarik dan jernih, para ahli menegaskan, air dari sinkhole bisa sangat berbahaya jika dikonsumsi sembarangan.
Cahyono/Disway