fin.co.id - Situasi keamanan di berbagai wilayah Iran dilaporkan kembali kondusif sehari setelah terjadinya kerusuhan publik yang meluas. Kepolisian Iran memastikan kondisi sosial di sejumlah kota telah terkendali pasca-gejolak yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Juru bicara Kepolisian Iran, Saeed Montazer Al-Mahdi, menyatakan bahwa hasil pemantauan di lapangan menunjukkan situasi di seluruh negeri sudah relatif tenang.
“Menurut pengamatan di lapangan, situasi sosial di berbagai kota di seluruh negeri sudah tenang,” ujar Al-Mahdi, seperti dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA, pada Jumat 9 Januari 2026.
Meski demikian, Al-Mahdi mengakui masih terdapat sejumlah kecil insiden di beberapa kota. Insiden tersebut, menurutnya, melibatkan kelompok-kelompok yang ia sebut sebagai “teroris”.
Gelombang aksi protes di Iran sendiri mulai pecah pada akhir Desember, seiring melemahnya nilai tukar mata uang lokal, rial Iran. Para pengunjuk rasa menyuarakan keresahan atas gejolak tajam nilai tukar yang berdampak langsung pada lonjakan harga barang di tingkat grosir maupun eceran.
Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap otoritas Iran. Pada Jumat, Trump menegaskan bahwa Washington akan ikut terlibat jika situasi memburuk.
Trump mengatakan Amerika Serikat akan terlibat dan akan “menghantam mereka dengan sangat keras di titik lemah mereka” apabila para pengunjuk rasa terbunuh selama kerusuhan berlangsung di Iran.
Sebelumnya pada hari yang sama, media Iran melaporkan adanya aksi perusakan properti pribadi maupun fasilitas negara di Teheran. Laporan tersebut menyebutkan kerusakan terjadi di tengah aksi kerusuhan yang melibatkan massa.
Wali Kota Teheran, Alireza Zakani, juga menyampaikan adanya serangan yang dilakukan oleh peserta kerusuhan publik pada 8 Januari. Serangan tersebut menyasar fasilitas pasukan keamanan, disertai pembakaran bus dan truk pemadam kebakaran, serta penyerangan terhadap sejumlah bank.
Sementara itu, televisi pemerintah Iran melaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, laporan itu tidak merinci korban berasal dari pihak mana.
Iran saat ini tengah menghadapi tekanan ekonomi berat, ditandai dengan tingginya laju inflasi. Bank Sentral Iran mencatat tingkat inflasi tahunan mencapai 38,9 persen.
Kondisi ekonomi diperburuk oleh merosotnya nilai tukar rial. Nilai tukar dolar AS di pasar nonresmi yang sebelumnya berada di kisaran 50.000 rial sebelum Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan nuklir pada Mei 2018, kini melonjak tajam hingga sekitar 1,4 juta rial di pasar terbuka.
Sumber: Sputnik-OANA
Situasi Iran Mulai Kondusif Usai Kerusuhan Nasional
news.fin.co.id - 10/01/2026, 11:00 WIB
Tim Redaksi
Demo Iran