fin.co.id - Indonesia mengambil langkah besar untuk menegaskan kedaulatan energinya dengan rencana menghentikan total impor avtur mulai tahun 2027.
Keputusan strategis ini, yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, menggarisbawahi tekad kuat pemerintah untuk mencapai swasembada energi nasional, mengurangi ketergantungan pada produk jadi luar negeri, dan memperkuat ketahanan energi bangsa.
Intisari :
- Pemerintah Indonesia menghentikan total impor avtur mulai tahun 2027.
- Fokus ke depan adalah impor minyak mentah untuk diolah di dalam negeri.
- Langkah ini demi mewujudkan ambisi swasembada energi nasional.
Strategi Berani untuk Energi Mandiri
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara gamblang menyatakan bahwa ke depan Indonesia hanya akan berfokus pada impor minyak mentah.
Minyak mentah inilah yang kemudian akan diolah sepenuhnya di dalam negeri, menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja domestik.
Langkah ini bukan sekadar wacana, melainkan sebuah instruksi presiden yang harus segera dijalankan.
Tujuannya jelas: memangkas jejak impor produk energi jadi dan memastikan pasokan energi nasional lebih terkontrol.
Tak Hanya Avtur, Solar pun Jadi Target
Ambisi memutus rantai impor tidak berhenti pada avtur.
Bahan bakar solar juga menjadi sasaran utama dalam strategi ini.
Indonesia menargetkan untuk menghentikan impor solar jenis CN48 pada tahun 2026.
Lebih jauh lagi, untuk menekan impor solar jenis CN51, Bahlil telah memberikan instruksi tegas kepada Pertamina.
Pertamina diminta segera membangun fasilitas pendukung yang memadai pada semester II tahun 2026.