Internasional . 12/01/2026, 08:00 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
Seorang pejabat militer senior AS mengatakan kepada The New York Times bahwa jika serangan ke Iran benar-benar disetujui, para komandan di wilayah tersebut membutuhkan waktu untuk menyiapkan pertahanan menghadapi kemungkinan balasan.
Sejak 8 Januari, gelombang demonstrasi di Iran dilaporkan semakin meluas, sejalan dengan seruan tersebut. Video yang beredar di media sosial menunjukkan aksi massa dalam skala besar di berbagai wilayah. Pada hari yang sama, akses internet di Iran dilaporkan terputus.
Aksi protes ini bermula pada akhir Desember 2025, dipicu anjloknya nilai mata uang lokal. Para demonstran menyoroti naik-turunnya nilai tukar rial yang berdampak langsung pada harga barang di tingkat grosir dan eceran. Rekaman aksi di Teheran dan sejumlah kota lain sempat beredar luas sebelum akses internet dibatasi.
Di tengah eskalasi itu, Gubernur Bank Sentral Iran Mohammad-Reza Farzin mengundurkan diri. Di beberapa kota, unjuk rasa bahkan berkembang menjadi bentrokan dengan polisi, disertai seruan terbuka untuk menentang sistem politik yang berlaku. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media