Khamenei Sindir Trump Seperti Firaun, Tegaskan Kekuasaan Arogan Akan Runtuh

news.fin.co.id - 13/01/2026, 09:00 WIB

Khamenei Sindir Trump Seperti Firaun, Tegaskan Kekuasaan Arogan Akan Runtuh

Khamenei Sindir Trump Seperti Firaun lewat akun X @Khamenei_fa

Intisari Berita:

  • Khamenei menyindir Donald Trump sebagai “Firaun modern” dan memperingatkan bahwa penguasa arogan pada akhirnya akan jatuh.
  • Sindiran itu muncul di tengah gelombang protes di Iran akibat krisis ekonomi dan nilai tukar rial yang anjlok.
  • Laporan HAM menyebut sedikitnya 544 orang tewas dan lebih dari 10.000 demonstran ditahan sejak protes meletus pada 28 Desember.

fin.co.id - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei melontarkan sindiran tajam kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui unggahan simbolik di media sosial. Khamenei membagikan ilustrasi firaun kuno yang runtuh, dengan wajah menyerupai Trump, disertai pesan peringatan bahwa nasib serupa menanti para penguasa yang bertindak sewenang-wenang.

Gambar yang diunggah melalui akun resmi Khamenei di platform X itu menampilkan sebuah sarkofagus bergaya firaun yang hancur, dengan tulisan “Seperti Firaun.” Visual tersebut dimaksudkan sebagai kritik terhadap sikap kekuasaan yang dianggap arogan dan menindas.

Dalam keterangan berbahasa Persia yang menyertai unggahan tersebut, Khamenei menyinggung deretan tokoh sejarah yang digambarkannya sebagai penguasa lalim. Ia menyebut Firaun, Nimrod, Reza Khan, hingga Mohammad Reza sebagai contoh pemimpin yang pada akhirnya jatuh saat berada di puncak kekuasaan.

“Yang satu ini juga akan dijatuhkan,” katanya, merujuk pada Trump.

Unggahan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah Trump melontarkan ancaman terhadap para pemimpin Iran, yang dikaitkan dengan gelombang protes dan instabilitas domestik di negara tersebut.

Khamenei Sindir Trump Seperti Firaun, Tegaskan Kekuasaan Arogan Akan Runtuh

Advertisement


Iran sendiri tengah dilanda demonstrasi besar sejak 28 Desember, yang bermula di Teheran akibat merosotnya nilai tukar rial dan memburuknya kondisi ekonomi. Aksi protes tersebut kemudian menyebar ke berbagai kota di penjuru negeri.

Hingga kini, pemerintah Iran belum merilis data resmi mengenai jumlah korban. Namun, Human Rights Activists News Agency (HRANA), organisasi HAM berbasis di Amerika Serikat, memperkirakan sedikitnya 544 orang tewas, termasuk demonstran dan aparat keamanan, serta lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka.

HRANA juga mencatat sedikitnya 10.681 demonstran ditangkap di 585 lokasi berbeda yang tersebar di 186 kota pada 31 provinsi. Di sisi lain, laporan Al Jazeera pada Minggu yang mengutip Kantor Berita Tasnim menyebutkan sedikitnya 109 anggota aparat keamanan Iran tewas dalam rangkaian kerusuhan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. *


Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca