Nasional . 13/01/2026, 20:07 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
“Distribusi nanti dilakukan di shelter, bukan di jalan. Harapannya tidak mengganggu ketertiban umum, lalu lintas, maupun aktivitas masyarakat,” tegas Harsono.
Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga ketertiban sekaligus memastikan bantuan diterima secara layak dan terorganisir.
Tak hanya anak putus sekolah, Perpres 115 Tahun 2025 juga memperluas penerima MBG kepada:
Tenaga pendidik
Tenaga kependidikan di lingkungan sekolah
Lansia
Namun demikian, pelaksanaan perluasan ini masih dilakukan secara bertahap karena tantangan utama terletak pada pendataan penerima manfaat.
“Masalahnya di pencatatan penerima manfaat. Karena sebelumnya mereka memang belum terdata. Begitu data masuk, akan segera dilayani,” kata Harsono.
Dorongan percepatan layanan bagi kelompok baru ini, menurut Harsono, sudah disampaikan dalam rapat internal Badan Gizi Nasional.
Secara keseluruhan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dinilai berjalan cukup baik. Meski demikian, masih ada kendala teknis di awal tahun, terutama terkait uang muka operasional di sejumlah SPPG yang harus menggunakan skema talangan sementara.
Di wilayah kerja KPPG Sleman, Harsono membawahi 1.448 SPPG yang mencakup wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah bagian selatan.
“Semuanya sudah operasional dan hampir 90 persen sudah ada sertifikat SLHS,” ungkapnya.
Di sisi lain, lembaga mitra pemerintah juga mulai bergerak melakukan pendataan. Ketua Yayasan Arlindo Harmoni Sejahtera, Sri Lestari, menyebut pihaknya sedang menginventarisasi anak-anak yang tidak bersekolah sebagai calon penerima MBG.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media