Puluhan Rumah di Tigaraksa Tangerang Terendam Banjir Akibat Sungai Cimanceuri Meluap

news.fin.co.id - 13/01/2026, 18:34 WIB

Puluhan Rumah di Tigaraksa Tangerang Terendam Banjir Akibat Sungai Cimanceuri Meluap

Sebanyak 30 rumah di Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang terendam banjir akibat luapan sungai Cimanceuri. (Rikhi Ferdian)

fin.co.id -  Kepanikan melanda Desa Margasari, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Akibat luapan Sungai Cimanceuri yang tak terkendali, puluhan rumah warga terendam banjir bandang pada Selasa, 13 Januari 2026. Ketinggian air yang mencapai sepinggang orang dewasa membuat warga berjuang menyelamatkan harta benda dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Bencana banjir mendadak menerjang Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Selasa (13/1/2026) pagi, luapan Sungai Cimanceuri tak terbendung lagi, memaksa air menerjang permukiman warga. Akibatnya, sedikitnya 30 rumah terendam banjir dengan ketinggian yang bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 1 meter, atau sepinggang orang dewasa. Situasi ini memaksa puluhan kepala keluarga untuk segera mengamankan barang-barang berharga mereka.

Para warga terlihat bergegas menyelamatkan pakaian, kendaraan, surat-surat penting, hingga peralatan elektronik dari kepungan air. Pantauan di lokasi menunjukkan kepanikan sekaligus kegigihan warga dalam menghadapi bencana alam yang datang tiba-tiba ini. Jemuran pakaian yang basah kuyup akibat terendam banjir menjadi pemandangan miris di tengah upaya evakuasi.

Advertisement

Hujan di Hulu, Banjir Menyapu Hilir

Camat Tigaraksa, Cucu Abdurrosyied, menjelaskan bahwa penyebab utama banjir kali ini adalah meluapnya Sungai Ci Manceuri. Aliran sungai ini memiliki hulu di Kabupaten Bogor. Artinya, ketika hujan deras mengguyur wilayah hulu seperti Parung, dampaknya akan langsung terasa hingga ke Desa Margasari.

"Jadi kalau di Parung hujan, di kita ikut kena dampaknya, akibat airnya mengalir sampai sini," ungkap Cucu Abdurrosyied. Ia menambahkan, hujan lokal di wilayah Tigaraksa sendiri tidak akan memberikan pengaruh signifikan dalam waktu singkat.

Air mulai menampakkan diri dan naik sejak dini hari, membuat warga terkejut dan tidak sempat melakukan persiapan maksimal. Ketinggian air yang merendam rumah warga menjadi perhatian serius pemerintah setempat. Banjir dengan ketinggian mencapai 1 meter tentu sangat mengganggu aktivitas dan membahayakan keselamatan warga.

Nasib Warga: Langganan Banjir, Harapkan Solusi Jangka Panjang

Bagi sebagian warga Desa Margasari, banjir bukanlah pengalaman baru. Suhendi, salah satu warga yang terdampak banjir cukup dalam, menceritakan bahwa daerahnya sudah bertahun-tahun menjadi langganan banjir. Ia mengaku sudah mengalami musibah serupa sejak tahun 1990.

Fakta mengejutkan lainnya adalah frekuensi banjir yang dialami Suhendi. Dalam setahun, ia bisa mengalami banjir hingga tiga kali. Kondisi ini tentu sangat membebani dan menguras tenaga serta materi bagi para warga yang terdampak.

"Sudah dari tahun 1.990 banjir terjadi disini," ucap Suhendi dengan nada prihatin. Ia menambahkan, "Setahun tuh bisa tiga kali banjir terjadi."

Menghadapi kondisi ini, warga tak hanya berharap bantuan saat terjadi bencana. Mereka mendambakan solusi jangka panjang. Suhendi mewakili banyak warga yang terdampak mengungkapkan harapannya kepada pemerintah.

Advertisement

"Kami mengharapkan, pemerintah dapat menormalisasi Sungai Ci Manceuri," pintanya. Lebih lanjut, ia juga berharap agar pemerintah dapat mempertimbangkan relokasi rumah warga ke lokasi yang lebih aman dan tidak rawan banjir.

Harapan ini bukan tanpa alasan. Kehidupan warga yang terus menerus terganggu oleh banjir tentu membutuhkan perhatian serius dari pihak berwenang. Normalisasi sungai dan potensi relokasi menjadi solusi yang dinanti-nantikan agar warga dapat hidup tenang tanpa rasa cemas akan datangnya bencana banjir.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.