Polisi Pastikan Bukan Ledakan di Tambang Antam Bogor dan Tidak ada Korban Jiwa

news.fin.co.id - 15/01/2026, 10:00 WIB

Polisi Pastikan Bukan Ledakan di Tambang Antam Bogor dan Tidak ada Korban Jiwa

Ilustrasi tambang emas (afdal/fin)

fin.co.id - Kepolisian Resor Bogor masih mendalami kemunculan asap di kawasan tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa 13 Januari 2026 dini hari dan sempat memicu beragam informasi yang beredar di masyarakat.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan, asap pertama kali terdeteksi sekitar pukul 00.30 WIB di salah satu level tambang. 

Hingga kini, asal mula kemunculan asap tersebut belum dapat dipastikan lantaran kondisi di dalam lubang tambang belum memungkinkan untuk dimasuki tim.

“Yang terjadi di lapangan adalah munculnya asap di salah satu level pertambangan. Untuk sumber awalnya dari mana, masih harus ditelusuri karena kadar karbon monoksida di dalam masih tinggi,” kata Wikha saat memberikan keterangan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat dan pihak Antam di Koramil Nanggung, Rabu 14 Januari 2026.

Advertisement

Ia menegaskan, tidak ditemukan adanya ledakan di area pertambangan seperti isu yang sempat beredar. Selain itu, pihak Antam juga telah mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi seluruh pekerja dari area terdampak begitu asap terdeteksi.

“Tidak ada ledakan dan tidak ada pekerja Antam yang menjadi korban. Evakuasi sudah dilakukan begitu asap muncul,” ujarnya.

Menurut Wikha, proses penyelidikan secara menyeluruh baru bisa dilakukan setelah kondisi di dalam tambang benar-benar aman. Saat ini, kadar gas masih menjadi kendala utama bagi tim untuk masuk ke lokasi sumber asap.

“Kita harus menunggu sampai kadar gas memungkinkan untuk masuk ke dalam. Setelah itu baru bisa dipastikan titik awal munculnya asap,” katanya.

Sementara itu, General Manager PT Antam UBPE Pongkor Nilus Rahmat mengungkapkan, asap muncul di Level 700 dan disertai lonjakan kadar gas karbon monoksida hingga mencapai 1.200 ppm. Angka tersebut jauh melampaui ambang batas aman dan diduga berasal dari terbakarnya kayu penyangga.

“Kondisi itu sangat berbahaya sehingga seluruh pekerja langsung kami evakuasi dan aktivitas di area terdampak dihentikan sementara,” ujar Nilus.

Ia memastikan, tidak ada karyawan Antam yang menjadi korban maupun terjebak di dalam area tambang, sebagaimana kabar yang beredar di media sosial.

“Seluruh karyawan Antam berada dalam kondisi aman dan aktivitas operasional perusahaan tetap dalam kondisi terkendali,” katanya.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan, pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan manajemen Antam segera turun langsung ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi yang sempat menimbulkan kepanikan publik.

Advertisement

“Kami datang langsung ke Kecamatan Nanggung, menggelar rapat bersama pimpinan Antam, Kapolres, dan Dandim untuk mendapatkan informasi yang valid dan sebenar-benarnya. Informasi soal ratusan korban itu tidak benar,” ujar Rudy.

Ia menjelaskan, angka 700 yang beredar di masyarakat bukan menunjukkan jumlah korban, melainkan merujuk pada istilah level atau portal kerja di dalam tambang.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca