Megapolitan . 16/01/2026, 16:10 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Banjir yang merendam Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, telah berlangsung empat hari sejak Senin (12/1) dan ketinggian air terus meningkat. Sebanyak 222 kepala keluarga (KK) dari 2 RW dan 5 RT terdampak, dengan ketinggian air mencapai 90 cm hingga 2,2 meter, membuat aktivitas warga lumpuh total
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa air tidak kunjung surut, bahkan naik seiring dengan hujan yang terus mengguyur. Ketua RW 03, Victor Silaen, menyatakan bahwa selama empat hari terakhir, ketinggian air meningkat 20 cm dari kondisi awal yang 70 cm hingga 2 meter. "Karena hujan terus sampai siang ini, ketinggian air bertambah 20 sentimeter," ujarnya, Jumat, 16 Januari 2026.
Kondisi banjir yang tinggi ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat. "Sudah pasti terganggu, apalagi karyawan terpaksa tidak masuk kerja karena kebanjiran," tambah Victor.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan makanannya, pihak Kecamatan Jayanti menyediakan dapur umum. Warga terlihat memasak dan mendistribusikan hasil masakan kepada mereka yang masih tinggal di dalam rumah.
Camat Jayanti, Yandri Permana, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan upaya bantuan mulai dari membantu mobilitas warga hingga menyalurkan logistik. "Karena masyarakat tidak bisa beraktivitas seperti biasa untuk memenuhi kebutuhan makanannya, jadi kami membuat dapur umum," jelasnya.
Warga mengajukan permintaan kepada jajaran pemerintah hingga Presiden Prabowo Subianto untuk membangun tanggul di Sungai Cidurian sebagai solusi jangka panjang mengatasi banjir tahunan. Kawasan ini merupakan langganan banjir akibat luapan Sungai Cidurian yang berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Itu (tanggul) sangat dibutuhkan memang. Mudah-mudahan dari instansi pemerintah, dari camat, bupati, gubernur, sampai presiden supaya bikin tanggul," kata Victor. Menurutnya, banjir sudah terjadi setiap tahun, bahkan pada tahun 2001 pernah terendam seluruhnya. Kondisi ini membuat sebagian penghuni di blok terdampak parah memilih berpindah, sehingga hanya tersisa 17 KK di sana.
Victor menambahkan bahwa pembangunan tanggul diperlukan untuk mencegah luapan air masuk ke permukiman. Sebelumnya, warga sudah pernah mengajukan usulan yang sama, namun belum mendapatkan tanggapan konkret. "Dulu sudah pernah kita usulkan, tapi sampai sekarang sih belum ada," tutupnya.
Banjir yang merendam 222 KK di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang sudah empat hari sejak Senin 12 Januari 2026 sampai Kamis 15 Januari 2026 kian meningkat. Kondisi ini membuat aktivitas warga menjadi lumpuh.
Berdasarkan pantauan di lokasi, ketinggian air bukannya menyusut malah kian meningkat.
Terlihat, warga sedang memasak di dapur umum serta beberapa mendistribusikan hasil masakan pada masyarakat yang masih tinggal di dalam rumahnya.
RW 03, Victor Silaen mengatakan, selama empat hari ketinggian air mengalami peningkatan sebesar 20cm. Sehingga banjir yang tadinya 70 cm - 2 meter kini menjadi 90 cm - 2,2 meter.
"Karena hujam terus sampai siang ini, ketinggian air bertambah 20 sentimeter," kata Victor.
Victor mengungkapkan, kondisi banjir yang tinggi ini menjadi sebuah hambatan bagi masyarakat untuk melakukan aktivitasnya.
"Sudah pasti terganggu, apalagi karyawan terpaksa tidak masuk kerja karena kebanjiran," ungkapnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media