Megapolitan . 16/01/2026, 16:10 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
Serupa, Camat Jayanti Yandri Permana mengucapkan, meningkatnya ketinggian air juga turut menjadi gangguan untuk aktivitas masyarakat.
Oleh sebab itu, kata Yandri, pihaknya terus melakukan upaya untuk membantu mobilitas warga sampai menyalurkan logistik.
"Karena masyarakat sudah tidak bisa lagi beraktivitas Di rumah, untuk memenuhi kebutuhan makanannya, jadi kami membuat dapur umum," tutupnya.
Korban banjir dengan ketinggian 2 meter di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang meminta jajaran pemerintah hingga ke presiden Prabowo Subianto untuk membangun tanggul di sungai Cidurian untuk solusi jangka panjang dalam upaya mengatasi masalah banjir.
Ketua RW 03, Victor Silaen mengatakan, permintaan ini ia sampaikan setelah tempat tinggalnya menjadi langganan banjir yang rutin terjadi setiap tahun yang diakibatkan meluapnya sungai Cidurian. Sebagai informasi, sungai Cidurian merupakan kewenangan milik Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) dibawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Itu (tanggul red) sangat dibutuhkan memang. Mudah-mudahan nanti dari instansi pemerintah, dari camat, bupati, gubernur, sampai presiden supaya bikin tanggul," kata Ketua RW 03 Victor Silaen pada Kamis 15 Januari 2026.
Ia melanjutkan banjir yang melanda perumahan tempat tinggalnya itu sudah terjadi selama empat hari atau sejak senin kemarin dan belum menunjukkan tanda-tanda air akan surut. Sebanyak 222 yang berasal dari 2 RW dan 5 RT terdampak dengan ketinggian air maksimal mencapai 2 meter.
Victor menyebut, perumahan ini memang sudah menjadi langganan banjir, setiap tahun pasti akan terjadi banjir, banjir paling parah terjadi pada 2001 membuat seluruh perumahan terendam.
Ia menuturkan bencana tahunan ini membuat sebagian penghuni di blok dengan ketinggian banjir paling parah memilih berpindah ke tempat lain dan unitnya dibiarkan kosong.
"Sempat dihuni, karena banjir begini kan lama-lama juga orang keluar. Akhirnya pada pindah, tinggal sisa 17 KK. Kalau yang di atas ini tetap bertahan, karena nggak seperti separah yang dibawah," tuturnya.
Menurutnya, pembangunan tanggul menjadi solusi untuk jangka panjang agar tempat tinggalnya tak kebanjiran lagi jika sungai Cidurian meluap. Kata Victor, lokasi perumahan ini memang terletak berdekatan dengan sungai tersebut. Ia berharap semua pihak mendengar aspirasinya.
"Mudah-mudahan dari pemerintah dengar harapan kita begitu (dibangunkan tanggul)," katanya.
Pembangunan tanggul tersebut berfungsi sebagai penahan air yang masuk ke permukiman bila sungai meluap. Ia menuturkan, sebelumnya warga sudah mengajukan pembangunan tanggul tersebut kepada pemerintah, namun hingga saat ini belum ada tindakannya.
"Dulu sudah pernah kita usulkan, tapi sampai sekarang sih belum ada," tutupnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media