Donal Trump Acungkan Jari Tengah Ketika Diteriaki Pelindung Pedofoli

news.fin.co.id - 16/01/2026, 10:00 WIB

Donal Trump Acungkan Jari Tengah Ketika Diteriaki Pelindung Pedofoli

Donald Trump

fin.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video memperlihatkan dirinya diduga mengacungkan jari tengah saat melakukan kunjungan ke pabrik Ford di Michigan, Selasa lalu waktu setempat.

Trump kelalukan hal disebut sebagai respons atas teriakan seseorang yang menuduh Trump sebagai “pelindung pedofil”.

Video singkat tersebut pertama kali dibagikan oleh situs hiburan dan gosip selebriti TMZ. Dalam rekaman berdurasi sekitar 15 detik itu, terdengar suara teriakan dari lantai pabrik saat Trump berdiri di balik pagar pembatas.

Ekspresi Trump tampak berubah sebelum ia melakukan isyarat tangan yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.

Pada hari itu, Trump mengunjungi kompleks River Rouge milik Ford di Dearborn sebagai bagian dari agenda resminya.

Direktur komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, tidak secara gamblang mengonfirmasi apakah Trump benar-benar mengacungkan jari tengah.

Namun, dalam pernyataan kepada The Guardian, Cheung menyebut Trump memberikan tanggapan yang tepat dan tidak ambigu terhadap seseorang yang ia gambarkan sebagai “individu yang berteriak-teriak dengan kata-kata kasar dalam luapan kemarahan”.

TMZ mengklaim bahwa sebelum isyarat tangan itu muncul, Trump sempat melontarkan kata-kata kasar ke arah orang yang mencemoohnya, meski ucapan tersebut tidak terdengar jelas dalam video yang beredar.

Pihak Ford turut memberikan tanggapan atas insiden tersebut. Seorang juru bicara perusahaan mengatakan bahwa Ford pada umumnya bangga dengan sikap para karyawannya dan menilai kunjungan tersebut sebagai acara yang berjalan dengan baik.

Namun, Ford menegaskan tidak mentolerir siapa pun yang menyampaikan pernyataan tidak pantas di dalam fasilitas perusahaan.

“Jika hal semacam itu terjadi, kami memiliki prosedur penanganan, tetapi tidak mencampuri urusan kepegawaian tertentu,” kata juru bicara tersebut kepada TMZ.

Insiden teriakan dan reaksi Trump itu muncul di tengah tekanan yang semakin besar terhadap pemerintahannya untuk membuka sepenuhnya dokumen yang dikenal sebagai berkas Epstein.

Dokumen tersebut diyakini memuat rincian transaksi keuangan serta jaringan perdagangan seks yang melibatkan Jeffrey Epstein.

Berdasarkan dokumen pengadilan pada pekan pertama Januari, Departemen Kehakiman AS baru merilis kurang dari satu persen dari total berkas tersebut.

Padahal, undang-undang federal mewajibkan seluruh dokumen itu dibuka ke publik paling lambat pertengahan Desember. Situasi ini memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk lintas partai.

Trump sendiri diketahui pernah difoto bersama Epstein dan memiliki hubungan lama dengannya. Pada awal polemik, Presiden AS itu sempat menolak membuka berkas-berkas tersebut dan menyebut isu tersebut sebagai “hoax”. *


Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca