fin.co.id - Destinasi wisata Desa Adat Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi ditutup sementara karena cuaca ekstrem.
Keputusan ini muncul setelah hujan lebat dan angin kencang mengguncang wilayah, memicu pohon tumbang dan membuat jalur trekking berbahaya bagi wisatawan.
Penutupan berlangsung sejak Jumat 16 Januari 2026 hingga waktu yang belom dipastikan, sehingga berlaku hingga kondisi cuaca membaik.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Aloysius Jebarut menegaskan, langkah ini penting demi keselamatan pengunjung yang akan menjelajahi destinasi “surga di atas awan”.
"Untuk sementara waktu destinasi Wae Rebo ditutup dengan alasan cuaca sangat buruk," ungkap Aloysius Jebarut.
Pohon yang tumbang dan kondisi jalue tanjakan yang licin, membuat jalur perjalanan berisiko tinggi bagi wisatawan maupun pemandu.
Pohon Tumbang dan Trekking Berbahaya
Cuaca buruk tak hanya menghambat perjalanan, tetapi juga langsung menghambat akses utama menuju desa adat.
Banyak titik jalur trekking tertutup oleh material tumbang, sehingga perjalanan dari titik awal hingga Puncak Wae Rebo menjadi sangat berbahaya.
Salah satu pekerja pariwisata setempat, Obhy Dermawan, menambahkan bahwa saat ini tim operasional memilih hentikan sepenuhnya layanan wisata sampai jalur keamanan benar-benar pulih.
Terletak sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, Desa Wae Rebo menyajikan pemandangan alam yang memikat, sehingga jadi salah satu destinasi wisata unggulan.
Kapan Wae Rebo Dibuka Kembali?
Pemkab Manggarai menegaskan, objek wisata ini akan dibuka lagi saat cuaca dinyatakan aman dan jalur trekking bebas hambatan.
Sebelumnya, Wae Rebo pernah ditutup sementara pada tahun-tahun sebelumnya karena cuaca ekstrem dan longsor, namun kembali dibuka setelah kondisi membaik.
Bagi calon wisatawan yang merencanakan perjalanan, sangat penting memantau update cuaca dan pengumuman resmi dari Dinas Pariwisata.