X (Twitter) Alami Gangguan Serentak Jumat Malam, Akses Pengguna Lumpuh

news.fin.co.id - 17/01/2026, 10:30 WIB

X (Twitter) Alami Gangguan Serentak Jumat Malam, Akses Pengguna Lumpuh

fin.co.id - Platform media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, dilaporkan mengalami gangguan besar pada Jumat malam, 16 Januari 2026. Masalah teknis ini membuat puluhan ribu hingga ratusan ribu pengguna tidak dapat mengakses layanan milik Elon Musk tersebut, baik melalui aplikasi maupun situs web.

Sejak malam hari, keluhan pengguna bermunculan di berbagai kanal media sosial. Saat mencoba membuka X, pengguna justru mendapati pesan kesalahan bertuliskan “Something went wrong. Try reloading.” Namun, upaya memuat ulang halaman tidak membuahkan hasil. Layar hanya menampilkan ikon pemuatan berputar tanpa henti.

Data dari situs pemantau gangguan layanan internet Downdetector menunjukkan lonjakan laporan mulai terdeteksi sekitar pukul 21.00 WIB. Jumlah laporan terus meningkat dan mencapai puncaknya sekitar pukul 22.14 WIB, dengan ribuan aduan tercatat dalam waktu singkat.

Berdasarkan laporan yang masuk, gangguan paling banyak dialami pengguna aplikasi X dengan persentase mencapai 56 persen. Sementara itu, akses melalui situs web menyumbang sekitar 24 persen laporan, dan sisanya, sekitar 20 persen, berkaitan dengan masalah koneksi server.

Advertisement

Sampai berita ini dipublikasikan, pihak X belum menyampaikan keterangan resmi terkait penyebab gangguan sistem tersebut. Ketidakpastian ini membuat banyak pengguna beralih ke platform lain untuk mencari informasi, termasuk memantau perbincangan seputar tagar Twitter down.

Gangguan terbaru ini kembali menyoroti catatan persoalan teknis yang kerap membayangi X sejak berada di bawah kepemimpinan Elon Musk. Salah satu insiden terbesar terjadi pada Maret 2025, ketika layanan sempat tidak dapat diakses selama berjam-jam.

Dalam peristiwa sebelumnya, Elon Musk sempat angkat bicara melalui akun X miliknya. Ia mengaitkan gangguan tersebut dengan adanya serangan siber berskala besar.

"Ada (dan masih ada) serangan siber besar-besaran terhadap X. Kami diserang setiap hari, tapi yang ini dilakukan dengan banyak sumber daya. Entah itu kelompok besar yang terkoordinasi atau sebuah negara yang terlibat. Sedang ditelusuri..." tulisnya.

Pada hari yang sama, dalam wawancara langsung bersama Fox Business, Musk menambahkan bahwa serangan tersebut diduga berasal dari alamat IP di wilayah Ukraina. Meski demikian, ia tidak memaparkan bukti konkret atas pernyataan tersebut, sehingga klaim itu memicu keraguan dari sejumlah pakar keamanan siber.

Hingga kini, publik masih menantikan penjelasan resmi dari manajemen X terkait gangguan terbaru yang kembali melumpuhkan salah satu platform media sosial terbesar di dunia tersebut. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca