fin.co.id - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan permintaan tambahan kuota beasiswa kepada Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Permintaan tersebut disampaikan dalam Rapat Dewan Penyantun LPDP, sebagai upaya mendorong pemerataan akses pendidikan bagi peserta didik di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).
Dalam rapat tersebut, Menag mengajukan tiga usulan utama, mulai dari penyesuaian kuota beasiswa berbasis proporsi jumlah peserta didik, pengembangan program double degree Pendidikan Kader Ulama (PKU), hingga perluasan dukungan LPDP bagi program studi non-eksakta atau non-saintek.
Menteri Agama menyoroti besarnya jumlah peserta didik di lingkungan Kemenag yang mencapai sekitar 12 juta orang, mencakup madrasah, pesantren, hingga perguruan tinggi keagamaan.
Menurut Menag, jika dihitung secara per kapita, alokasi beasiswa yang diterima Kementerian Agama masih belum sebanding dengan jumlah peserta didik yang ada.
“Jika dihitung secara per kapita, alokasi beasiswa yang diterima Kementerian Agama masih relatif belum proporsional. Karena itu, ke depan penghitungan kuota perlu disesuaikan secara lebih proporsional,” ujar Nasaruddin Umar, dikutip dari laman resmi Kemenag.
Ia berharap, ke depan kebijakan kuota beasiswa LPDP dapat mempertimbangkan besarnya populasi peserta didik, sehingga akses pendidikan tinggi dapat lebih merata bagi seluruh anak bangsa.
Usulan kedua yang disampaikan Menag adalah pengembangan skema double degree untuk Program Pendidikan Kader Ulama (PKU). Program ini dinilai memiliki daya tarik internasional yang cukup kuat.
Menurut Menag, lulusan PKU tidak hanya dibekali kompetensi keislaman yang mendalam, tetapi juga kemampuan bahasa asing serta wawasan global yang relevan dengan tantangan zaman.
“Program Pendidikan Kader Ulama memiliki daya tarik internasional yang kuat. Alumninya memiliki kompetensi keislaman, penguasaan bahasa asing, dan wawasan global,” jelasnya.
Dengan adanya skema double degree, Menag menilai penguatan kapasitas lulusan PKU sekaligus pengakuan internasional terhadap program tersebut dapat semakin optimal.