fin.co.id - Arkeolog internasional mengungkap temuan spektakuler, yang mengguncang pemahaman tentang evolusi manusia di Asia Tenggara.
Bukti terbaru menunjukkan bahwa spesies mirip manusia purba hidup bersamaan dengan Homo sapiens, sekitar 200 ribu tahun lalu di Sulawesi.
"Temuan ini membuka jendela baru pada bagaimana manusia purba dan kerabatnya mungkin telah saling berinteraksi dan hidup berdampingan di masa lalu," ujar Rania Hadid, penulis studi dan pengamat arkeologi yang melaporkan penemuan tersebut, dikutip dari Indian Defence Review.
Penemuan terbaru ini membuka lembaran baru tentang kompleksitas evolusi manusia yang lebih rumit, daripada yang selama ini kita kira.
Temuan Langka di Leang Bulu Bettue, Sulawesi Selatan
Di situs Leang Bulu Bettue yang berada di kawasan karst Maros Pangkep, para peneliti menemukan lapisan artefak dan bukti budaya yang mengindikasikan keberadaan makhluk mirip manusia purba.
Artefak ini ditemukan bersama-sama dengan jejak aktivitas Homo sapiens kuno, yang menunjukkan dua kelompok manusia purba mungkin hidup berdampingan atau menggunakan ruang yang sama.
Temuan di Sulawesi ini memiliki implikasi besar bagi ilmu pengetahuan, tidak hanya manusia modern yang menghuni Asia Tenggara 200 ribu tahun lalu, tetapi juga spesies lain yang mungkin berjalan di samping nenek moyang kita.
"Ini menunjukkan bahwa jalur evolusi manusia jauh lebih beragam dan rumit daripada yang kita bayangkan sebelumnya," ucapnya.
Leang Bulu Bettue di Sulawesi menegaskan, dirinya sebagai salah satu pusat penting jejak manusia purba, termasuk kemungkinan adanya spesies manusia lain yang hidup bersama Homo Sapiens.
Satu hal yang jelas penemuan ini memperluas cakrawala kita tentang bagaimana manusia purba beragam, saling bersinggungan, dan berevolusi di masa lalu.