Menkes Ungkap 28 Juta Warga Berisiko Gangguan Jiwa, Remaja Jadi Kelompok Paling Rentan

news.fin.co.id - 20/01/2026, 18:35 WIB

Menkes Ungkap 28 Juta Warga Berisiko Gangguan Jiwa, Remaja Jadi Kelompok Paling Rentan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberi keterangan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (15/8/2024). ANTARA/Benardy Ferdiansyah

fin.co.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan potensi serius masalah kesehatan mental di Indonesia. Ia menyebut, sekitar 28 juta penduduk Tanah Air diperkirakan berisiko mengalami gangguan kejiwaan.

Paparan tersebut merujuk pada standar global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Berdasarkan perhitungan itu, sekitar 10 persen dari total penduduk Indonesia diproyeksikan menghadapi persoalan kesehatan mental, mulai dari gangguan ringan hingga berat.

Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 287 juta jiwa, ancaman gangguan jiwa seperti depresi, kecemasan (anxiety), sampai skizofrenia dinilai sebagai persoalan besar yang kerap tidak terlihat di permukaan.

"Tadi juga ditanya, ini yang the tip of the iceberg (puncak gunung es). Karena WHO bilang, masalah kejiwaan itu satu dari delapan sampai satu dari sepuluh penduduk," ujar Budi Gunadi saat memaparkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) di hadapan Komisi IX DPR RI, dikutip Selasa, 20 Januari 2026.

Advertisement

Meski demikian, hasil skrining awal melalui program CKG justru menunjukkan angka temuan yang relatif kecil. Hingga awal Januari 2026, dari sekitar 27 juta masyarakat yang telah menjalani pemeriksaan, kasus depresi dan kecemasan tercatat masih di bawah 5 persen.

Menurut Menkes, rendahnya angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di tengah masyarakat. Ia menilai, data itu baru menunjukkan sebagian kecil dari persoalan kesehatan mental yang sebenarnya ada.

"Dari yang kita screen, masih rendah sekali. Tapi dengan skrining ini, kita setidaknya sudah punya titik awal untuk tahu kondisinya," ucap Menkes.

Lebih lanjut, hasil CKG justru mengungkap fakta bahwa kelompok anak sekolah dan remaja berada pada posisi paling rentan. Persentase gangguan mental pada kelompok usia ini tercatat lebih tinggi dibandingkan kelompok dewasa maupun lanjut usia.

Sebanyak 4,8 persen atau sekitar 363.326 remaja terdeteksi mengalami gejala depresi, sementara 4,4 persen lainnya menunjukkan indikasi kecemasan. Angka tersebut jauh melampaui kelompok dewasa dan lansia yang hanya mencatatkan gejala depresi sekitar 0,9 persen.

Hasyim Ashari/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID