SBY Khawatir Perang Dunia III Pecah: Sangat Mungkin Terjadi, Mengerikan!

news.fin.co.id - 20/01/2026, 10:30 WIB

SBY Khawatir Perang Dunia III Pecah: Sangat Mungkin Terjadi,  Mengerikan!

Ilustrasi perang dunia

fin.co.id - Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan kekhawatirannya terhadap perkembangan situasi global dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menilai dinamika geopolitik dunia, khususnya dalam beberapa bulan belakangan, menunjukkan tanda-tanda yang mengarah pada kemungkinan terjadinya prahara besar, termasuk Perang Dunia Ketiga.

Dalam tulisan reflektifnya, SBY mengungkapkan kecemasan tersebut berangkat dari pengalamannya yang puluhan tahun mendalami geopolitik, perdamaian, dan keamanan internasional, serta sejarah peperangan dunia.

Ia menyebut situasi global saat ini memiliki banyak kemiripan dengan kondisi menjelang pecahnya Perang Dunia Pertama dan Kedua.

“Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah. Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit,” tulis SBY di akun X miliknya.

Menurutnya, kemiripan itu tampak dari munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang cenderung haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer secara besar-besaran, hingga geopolitik global yang kian memanas.

SBY juga menyoroti sejarah yang mencatat bahwa tanda-tanda perang besar sering kali sudah terlihat jauh hari, namun tidak diiringi kesadaran dan langkah nyata untuk mencegahnya.

SBY mengingatkan dampak yang sangat mengerikan jika perang dunia benar-benar terjadi, terlebih jika melibatkan senjata nuklir. Ia mengutip berbagai studi yang menyebut korban jiwa bisa mencapai lebih dari lima miliar manusia, dengan kehancuran peradaban dan lenyapnya harapan umat manusia.

“Secara pribadi saya berdoa kepada Tuhan, semoga mimpi buruk terjadinya perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir itu tidak terjadi,” tulisnya.

Namun ia menegaskan, doa saja tidak cukup jika tidak dibarengi upaya nyata dari umat manusia dan bangsa-bangsa di dunia.

Dalam pandangannya, meski ruang untuk mencegah krisis global semakin sempit, harapan belum sepenuhnya tertutup. SBY mengajak dunia internasional untuk tidak tinggal diam dan mengingat pesan bahwa kehancuran sering terjadi bukan semata karena kejahatan, melainkan karena pembiaran oleh mereka yang memilih diam.

Sebagai langkah konkret, SBY mengusulkan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif mengundang para pemimpin dunia dalam sidang darurat Majelis Umum PBB. Agenda utama pertemuan tersebut, menurutnya, harus difokuskan pada langkah-langkah nyata guna mencegah krisis global berskala besar, termasuk potensi perang dunia baru.

Ia menyadari keterbatasan PBB dalam kondisi global saat ini, namun menilai organisasi tersebut tetap memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk tidak sekadar berdiam diri. Meski seruan tersebut berpotensi diabaikan, SBY meyakini upaya itu bisa menjadi awal dari tumbuhnya kesadaran dan kehendak bersama untuk menyelamatkan dunia.

“Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu ‘bagai berseru di padang pasir’. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini,” tulis SBY menutup pesannya. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca