Perkuat Identitas Daerah, Pemkab Tangerang Akan Bangun RTH Bambu

news.fin.co.id - 21/01/2026, 18:45 WIB

Perkuat Identitas Daerah, Pemkab Tangerang Akan Bangun RTH Bambu

Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, saat melakukan penanaman bambu di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Cisoka. (rfh)

fin.co.id -  Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi memulai langkah dalam melestarikan lingkungan sekaligus memperkuat identitas budaya daerah. Dipimpin langsung oleh Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, aksi penanaman bambu perdana dilakukan di lahan yang sedianya bakal dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (21/1/2026).

Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini bukan sekadar penghijauan biasa, melainkan implementasi nyata dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang memfokuskan pembangunan ruang publik berbasis kearifan lokal.

Dalam sambutannya, Maesyal Rasyid menegaskan bahwa bambu dipilih bukan tanpa alasan. Selain nilai ekologisnya yang tinggi, bambu merupakan ruh dari identitas Kabupaten Tangerang yang bahkan terpatri kuat dalam logo resmi daerah.

“Alhamdulillah, hari ini kita mulai dari Kecamatan Cisoka. Ke depan, kawasan ini tidak hanya menjadi paru-paru kota, tetapi juga pusat wisata, pengembangan UMKM, dan wadah pemberdayaan masyarakat,” ujar Maesyal.

Advertisement

Dia menambahkan bahwa pelestarian bambu adalah prioritas utama. "Bambu adalah identitas kita. Dengan membangun RTH berbasis bambu, kita menjaga sejarah sekaligus mewariskan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang," tegasnya.

Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandi, menjelaskan bahwa proyek RTH Bambu Cisoka akan digarap secara bertahap dan komprehensif. Saat ini, lahan telah memasuki tahap pematangan dengan koleksi 17 varietas bambu yang akan terus ditambah setiap bulannya.

Rencananya, melalui APBD Perubahan 2026, kawasan ini akan dilengkapi dengan fasilitas modern tanpa menghilangkan sisi alaminya. Mulai dari jogging track, area parkir, gerbang ikonik, pusat UMKM, hingga sarana ibadah.

“Target kami, akhir tahun 2026 kawasan ini sudah berfungsi. Kami ingin membangkitkan kembali kejayaan ekonomi kreatif berbasis bambu. Ingat, pada tahun 1920-an, topi bambu Tangerang sudah menembus pasar Eropa. Potensi inilah yang ingin kita hidupkan lagi,” jelas Erwin optimis.

Visi besar Pemkab Tangerang tidak berhenti di Cisoka, Erwin mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 ini, pembangunan enam RTH serupa juga ditargetkan di kecamatan lain.

Setiap kecamatan nantinya akan memiliki varietas bambu khas sebagai ikon masing-masing, seperti Bambu Cendani di Rajeg atau Bambu Kuning di Mauk.

"Sesuai target RPJMD, pada awal tahun 2027, seluruh 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang diharapkan telah memiliki ruang terbuka hijau yang dapat dinikmati masyarakat sebagai sarana edukasi, wisata, dan penggerak ekonomi lokal," tandasnya.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.