Kali Grogol Meluap, Jalanan Protokol Palmerah Banjir 35 Cm

news.fin.co.id - 22/01/2026, 11:36 WIB

Kali Grogol Meluap, Jalanan Protokol Palmerah Banjir 35 Cm

Petugas PPSU menangani Banjir di Palmerah, Jakarta Barat hari Kamis 22 Januari 2026

fin.co.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Ibu Kota pada Kamis 22 Januari 2026 pagi hari WIB menyebabkan sejumlah titik di Jakarta Barat, Palmerah terendam banjir. Luapan Kali Grogol menjadi penyebab utama munculnya genangan air yang mengganggu akses mobilitas warga di beberapa ruas jalan protokol.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bergerak cepat mengantisipasi dampak cuaca ekstem ini, intensitas air yang tinggi membuat saluran pembuangan tidak mampu menampung debit air, sehingga air meluap ke badan jalan.

PPSU di Palmerah, Muhammad Iqbal menyampaikan jika petugas sudah bersiaga di lokasi strategis yang menjadi langganan genanangan banjir. Petugas memfokuskan pengawasan pada beberapa titik vital yang memiliki arus lalu lintas padat.

"Kami menyiagakan personel di beberapa titik utama seperti kawasan Bosek, Bundaran Slipi, Binus Kijang, hingga Gili Sampeng," ujarnya saat memberikan keterangan di lokasi genangan.

Advertisement

Iqbal menjelaskan bahwa genangan kali ini lebih banyak berdampak pada jalan-jalan protokol. Petugas mengantisipasi agar hambatan di jalur utama ini tidak menimbulkan kemacetan panjang yang dapat melumpuhkan aktivitas ekonomi warga di sekitar Jakarta Barat.

Petugas PPSU telah membagikan beberapak lokasi banjir, sebagian tim memantau langsung kondisi di bantaran Kali Grogol untuk memonitor ketinggian muka air secara berkala. Petugas mencatat ketinggian air mencapai 30 CM.

"Sejak pagi tadi ketinggian ketinggian mencapai 30cm-35 sentimenter," terangnya.

Meski demikian, kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat masih dapat melintasi jalur tersebut dengan ekstra hati-hati.

Iqbal meneruskan jika air akan surut dalam waktu singkat apabila hujan tidak kembali turun dengan intensitas tinggi. Namun, mereka mengakui adanya kendala teknis pada infrastruktur drainase di beberapa sudut jalan.

"Proses penyurutan memang membutuhkan waktu karena beberapa ukuran got atau saluran air tergolong kecil. Hal ini memicu terjadinya antrean air saat debit luapan dari kali sedang tinggi," tambah petugas tersebut.(*).

Ari Nur Cahyo
Ari Nur Cahyo
Penulis

Penulis di FIN.CO.ID sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.