Tujuannya untuk mengurai berbagai kendala yang menghambat pembangunan perumahan di Jawa Barat.
Terutama kendala yang berkaitan erat dengan aspek tata ruang, proses perizinan yang kompleks, hingga kesulitan akses pembiayaan.
Beliau menyadari, Jawa Barat menghadapi kebutuhan perumahan yang sangat besar.
Oleh karena itu, persoalan-persoalan krusial seperti pertambangan, perizinan, dan pembiayaan harus dibahas secara menyeluruh.
Hal ini penting agar pembangunan perumahan dapat berjalan lancar, tertib, dan yang terpenting, memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.
Dalam forum yang sama, Menteri Maruarar tak lupa menyampaikan apresiasi mendalam.
Beliau mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atas komitmen dan dukungan konsistennya terhadap berbagai program perumahan yang dijalankan di Jawa Barat.
“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat yang terus memberikan dukungan penuh terhadap program perumahan,” ujar Menteri Maruarar.
Ia menegaskan, sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah merupakan kunci utama untuk mempercepat penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat.
Bongkar Pasang Izin: Perumahan Segera Dibangun, Tapi Tak Sembarangan!
Kabar baik datang bagi para pengembang dan masyarakat yang menanti.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan rencananya untuk menerbitkan izin pembangunan perumahan secara bertahap mulai Februari 2026.
Namun, jangan senang dulu, penerbitan izin ini tidak akan sembarangan.
Setiap izin pembangunan perumahan akan sangat bergantung pada hasil kajian mendalam yang dilakukan oleh dua institusi terkemuka: Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
“Perizinan perumahan yang tidak berada di lokasi rawan bencana akan kami dorong untuk dipercepat,” ujar Gubernur Dedi Mulyadi.