Viral Video MBG di Bogor Diduga Tak Layak Konsumsi, BGN Ungkap Fakta Sebenarnya

news.fin.co.id - 22/01/2026, 09:30 WIB

Viral Video MBG di Bogor Diduga Tak Layak Konsumsi, BGN Ungkap Fakta Sebenarnya

Tangkapan layar keluhan warga net tentang MBG (dok BGN)

fin.co.id - Sebuah video viral di media sosial yang menu Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga dalam kondisi tidak layak konsumsi. Video tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu kekhawatiran publik, khususnya orang tua siswa.

Unggahan tersebut menampilkan keluhan seorang warganet yang merasa kecewa dengan makanan yang dibawa pulang anaknya dari sekolah.

Dalam narasinya, warganet itu menyebut menu MBG berasal dari SD Neglasari, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Menus MBG tersebut dianggap tidak layak dikonsumsi karena telah busuk.

“Ya Allah gue kirain hoax itu, buah kecapi buat MBG, eh ternyata anak gue baru pulang sama bener menunya, buahnya kecapi, lalapannya sudah busuk, tomatnya udah busuk, cuma dikasih gorengan tahu doang sama nasi, mbg kah ini?” ucap perekam video tersebut.

Namun, klaim tersebut langsung diluruskan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah melakukan penelusuran.

BGN memastikan video tersebut bukan berasal dari SD Neglasari, melainkan dari SDN Pengasinan 2 di wilayah Kecamatan Gunung Sindur. Kesalahan penyebutan lokasi dinilai berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

“Hasil investigasi kami memastikan bahwa lokasi yang disebutkan dalam video tidak sesuai fakta. Penyaluran menu MBG yang dimaksud berlangsung di SDN Pengasinan 2, bukan di SD Neglasari,” ungkap Ketua Tim Investigasi BGN, Karimah Muhammad, di Jakarta, dikutip pada Kamis 22 Januari 2026.

Selain soal lokasi, BGN juga menegaskan bahwa kondisi makanan yang ditampilkan tidak mencerminkan menu MBG saat pertama kali dibagikan kepada siswa. Makanan tersebut diketahui telah dibawa pulang dan direkam setelah beberapa waktu berlalu.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Sindur, Rama Ramadhan, menyatakan bahwa pada saat pendistribusian, menu MBG telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan.

“Menu MBG disajikan menggunakan food tray resmi sesuai SOP BGN, dengan komposisi dan porsi yang layak. Video yang beredar tidak menggambarkan kondisi menu MBG yang sebenarnya,” ujarnya.

Menurut Rama, tampilan lalapan yang terlihat rusak dalam video terjadi karena makanan telah melewati batas waktu konsumsi yang dianjurkan.

“Menu tersebut sudah dibawa pulang oleh penerima manfaat, sehingga wadahnya bukan lagi ompreng MBG. Lalapan terlihat rusak karena sudah melewati batas best before,” jelasnya.

Menanggapi anggapan bahwa menu MBG hanya berisi nasi, tahu goreng, buah, dan lalapan, BGN menyebut lauk utama berupa ayam sebenarnya telah dikonsumsi terlebih dahulu oleh siswa sebelum perekaman dilakukan.

“Ayam dalam menu MBG tersebut telah dikonsumsi oleh anak penerima manfaat sebelum video direkam. Hal ini bahkan terdengar jelas dalam rekaman suara pada video. Karena itu, narasi yang hanya menyebutkan buah dan lalapan tidak menggambarkan menu MBG secara utuh,” tutur Karimah.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca