fin.co.id - Perempatan Puri di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, tepatnya menuju Jalan Outer Ring Road, hingga Jumat, 23 Januari 2026, masih direndam banjir.
Pantauan jurnalis Disway.id di lokasi sekitar pukul 13.00 hingga 14.00 WIB menunjukkan tinggi genangan air berkisar antara 40 hingga 60 sentimeter, atau setara lutut orang dewasa. Kondisi tersebut membuat akses lalu lintas terganggu.
Saat ini, hanya kendaraan roda empat dan truk yang masih dapat melintas. Sementara itu, sepeda motor yang nekat menerobos genangan air banyak yang akhirnya mogok di tengah jalan.
Banyaknya motor mogok memicu antrean kendaraan yang cukup panjang. Aparat kepolisian bersama petugas Dinas Perhubungan (Dishub) terlihat berjibaku mengatur arus lalu lintas agar kemacetan tidak semakin parah.
Salah seorang sopir truk bernama Pandi (34) mengaku sudah terjebak macet selama hampir tiga jam di kawasan tersebut. Menurutnya, kepadatan terjadi sejak keluar tol hingga mendekati perempatan.
“Ini sudah hampir tiga jam saya kena macet dari pintu keluar tol sampai ke sini,” ujar Pandi yang hendak melintasi banjir di Perempatan Puri Kembangan.
Sementara itu, warga setempat Muhammad Aidil menyebut genangan air mulai merendam kawasan tersebut sejak Kamis sore, 22 Januari 2026.
“Wah ini banjir dari jam 4 sore kemarin, sampe sekarang nih masih (Jumat, 23 Januari 2026),” kata Aidil saat ditemui di lokasi.
Ia menduga banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang turun sejak beberapa hari terakhir, ditambah adanya aliran air kiriman dari Bendungan Polor, Jakarta Barat.
“Dari kemarin hujan bang. Emang sering banjir disini, kiriman juga kayaknya,” sambung Aidil.
Untuk mengurangi dampak kemacetan, pihak kepolisian memberikan kebijakan khusus dengan memperbolehkan pengendara sepeda motor melintas melalui jalan tol guna menghindari banjir di Perempatan Puri.
Di sisi lain, warga sekitar juga memanfaatkan situasi dengan membuka jasa ojek gerobak untuk membantu pemotor menyeberangi genangan air. Tarif yang ditawarkan sekitar Rp 25 ribu per motor, dengan kemungkinan negosiasi.
“Harganya Rp 25 ribu tapi masih bisa nego. Baru mulai hari ini. Alhamdulilah dari tadi udah bolak-balik,” ujar Suminta, salah satu penyedia jasa ojek gerobak.
Pengendara roda dua yang hendak melintasi kawasan tersebut diimbau untuk mencari jalur alternatif. Namun, jika terpaksa melintas, layanan ojek gerobak dapat menjadi pilihan agar terhindar dari mogok akibat banjir.
Candra Pratama/Disway