Pramono Anung Pasang Badan! Jakarta Siap Biayai OMC Bodetabek Demi Tangkal Cuaca Ekstrem

news.fin.co.id - 23/01/2026, 14:11 WIB

Pramono Anung Pasang Badan! Jakarta Siap Biayai OMC Bodetabek Demi Tangkal Cuaca Ekstrem

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo. Foto: Cahyono

fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menanggung pembiayaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di seluruh wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

Menurut Pramono, keterbatasan anggaran di sejumlah daerah membuat upaya OMC tidak dapat dilakukan secara optimal. Karena itu, Jakarta memilih berperan aktif demi kepentingan kawasan penyangga ibu kota.

“Daerah lain biaya untuk OMC kan pasti nggak ada sehingga dengan demikian Jakarta pasti akan berkontribusi untuk itu,” ujar Pramono saat Konferensi Pers Mitigasi dan Penanganan Banjir di Balai Kota Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026.

Ia juga meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memfokuskan pelaksanaan OMC di wilayah di luar Jabodetabek. Sementara itu, urusan OMC di kawasan Jabodetabek akan sepenuhnya ditangani oleh Pemprov DKI Jakarta.

Advertisement

“Jabodetabek untuk OMC dan sebagainya kita yang melakukan,” tegasnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Pramono mengungkapkan bahwa durasi OMC akan diperpanjang dari semula berakhir pada 23 Januari menjadi hingga 27 Januari 2026. Perpanjangan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem lanjutan.

Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dalam satu hari Jakarta mampu melaksanakan OMC hingga tiga kali penerbangan.

“Budget-nya kita sediakan sampai dengan 30 hari ke depan sehingga tidak ada hambatan atau handicap terhadap hal itu,” ucap Pramono yang akrab disapa Mas Pram.

Di sisi lain, ia menyampaikan bahwa puncak curah hujan tertinggi di Jakarta pada periode Januari diperkirakan telah terlewati. Data menunjukkan intensitas hujan paling tinggi terjadi pada 18 Januari 2026.

“Puncak tertingginya ada di tanggal 18, yaitu 267 milimeter per hari dan itu tinggi sekali. Jakarta rasanya jarang sekali seperti itu,” pungkasnya.

Cahyono/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID