TRUMP’S FINAL GAMBLE! AS Keluar dari WHO, Ini Potensi 'KIAMAT MEDIS' yang Mengintai

news.fin.co.id - 23/01/2026, 17:17 WIB

TRUMP’S FINAL GAMBLE! AS Keluar dari WHO, Ini Potensi 'KIAMAT MEDIS' yang Mengintai

TRUMP’S FINAL GAMBLE, AS Keluar dari WHO

Fin.co.id - Amerika Serikat (AS) secara resmi mundur dari World Health Organization (WHO). Langkah ini dipicu kekecewaan pemerintah AS terhadap kinerja WHO dalam menangani pandemi COVID-19, yang dianggap gagal. 

Proses formal dimulai dengan Perintah Eksekutif 14155 yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada 20 Januari 2025.

Dampak paling langsung dan menghantam adalah krisis pendanaan besar-besaran. AS, sebagai kontributor tunggal terbesar, mencabut dukungan finansial yang mencakup sekitar 22% dari anggaran WHO. 

Ini termasuk iuran wajib senilai lebih dari US$261 juta untuk periode 2024–2025, plus kontribusi sukarela yang mencapai 12–15% dari total anggaran. 

Advertisement

Guncangan finansial ini memaksa WHO melakukan restrukturisasi drastis: memangkas setengah tim manajemen, mengecilkan skala operasi, dan memotong berbagai program inti. 

“Pemotongan bantuan yang mendadak dan tidak direncanakan telah menghantam banyak negara dengan keras, merenggut nyawa, dan membahayakan capaian kesehatan yang diperjuangkan selama bertahun-tahun,” kata Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Negara Rentan Menanggung Beban Terberat

Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (LMIC) menjadi korban pertama dari keputusan ini. 

Survei WHO Maret 2025 terhadap 108 negara LMIC menunjukkan pemotongan dana telah mengurangi layanan kritis—seperti imunisasi, perawatan ibu, dan kesiapsiagaan darurat—hingga 70% di beberapa wilayah. 

Inisiatif vital penanggulangan malaria, tuberkulosis, HIV/AIDS, serta program kesehatan ibu dan anak di daerah konflik, kini terancam lumpuh. 

Tak hanya itu. Kemampuan global untuk mendeteksi dan merespons wabah baru—seperti COVID-19—juga terpukul berat, mengancam keamanan kesehatan seluruh bangsa.

WHO bukan sekadar penyedia dana. Melainkan platform netral untuk kolaborasi ilmiah dan politik. 

Kepergian AS merobek jaringan intelijen kesehatan global yang sangat bergantung pada keahlian dan infrastruktur Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 

Advertisement

WHO selama ini memfasilitasi program edukasi, skrining dini, dan advokasi gaya hidup sehat melalui konsensus negara anggota. 

Hilangnya dukungan politik dan teknis dari AS berpotensi menghentikan capaian target kesehatan global jangka panjang. 

Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

Penulis FIN.CO.ID