Menlu Tegaskan Dewan Perdamaian Dunia Bukan Pengganti PBB, Fokus Kawal Perdamaian Gaza

news.fin.co.id - 25/01/2026, 12:07 WIB

Menlu Tegaskan Dewan Perdamaian Dunia Bukan Pengganti PBB, Fokus Kawal Perdamaian Gaza

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono merespons sikap negara Kelompok Tujuh (G7) yang cenderung membela Israel, dalam pertempuran Iran-Israel.

fin.co.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan bahwa pembentukan Dewan Perdamaian Dunia atau Board of Peace (BoP) sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengambil alih atau menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam diplomasi global.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul keputusan Indonesia bergabung sebagai salah satu founding member Dewan Perdamaian Dunia, sekaligus untuk meluruskan posisi badan tersebut dalam tatanan hubungan internasional.

“Tentu saja tidak. Kemarin juga disampaikan bahwa badan ini tidak ditujukan untuk menggantikan PBB,” ujar Menlu Sugiono, Minggu, 25 Januari 2026.

Ia menjelaskan, Dewan Perdamaian Dunia merupakan forum internasional yang terbentuk dari kepedulian kolektif sejumlah negara terhadap upaya penciptaan perdamaian dan stabilitas, terutama di Gaza dan wilayah Palestina. Badan ini memiliki mandat untuk memantau administrasi stabilisasi serta proses rehabilitasi pascakonflik.

Advertisement

“Ini adalah satu badan internasional yang lahir dari kepedulian untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas, khususnya di Gaza,” lanjutnya.

Sugiono menuturkan, partisipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian Dunia sejalan dengan sikap konsisten Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia dan stabilitas internasional, khususnya perjuangan kemerdekaan Palestina.

Menurutnya, keterlibatan Indonesia bertujuan untuk memastikan setiap kebijakan dan langkah yang diambil Dewan Perdamaian Dunia tetap berada dalam koridor prinsip-prinsip internasional serta mengarah pada solusi jangka panjang yang adil.

“Kehadiran semua negara-negara ini di dalam Board of Peace tersebut untuk bisa terus mengawal, kemudian memastikan bahwa upaya yang dilakukan tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan tercapainya solusi dua negara,” katanya.

Dewan Perdamaian Dunia dibentuk melalui kesepakatan sejumlah negara yang sejak awal aktif membahas perkembangan situasi di Palestina. Inisiatif ini berawal dari rangkaian pertemuan negara-negara Islam dan negara dengan mayoritas penduduk Muslim, yang kemudian sepakat melibatkan komunitas internasional secara lebih luas demi mendorong terwujudnya perdamaian permanen di Gaza.

Pembentukan badan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan lanjutan yang digelar di Mesir, hingga akhirnya menghasilkan penandatanganan piagam pendirian Dewan Perdamaian Dunia. Dewan ini dirancang untuk menjalankan fungsi pemantauan stabilisasi, pengelolaan administrasi transisi, serta rehabilitasi pascakonflik secara terukur dan berkelanjutan.

Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 20 negara founding members Dewan Perdamaian Dunia, bersama sejumlah negara lain seperti Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab, Qatar, Yordania, Turki, Pakistan, dan Mesir. Piagam pendirian badan internasional tersebut telah ditandatangani langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, sebagai wujud komitmen Indonesia untuk terlibat aktif dalam proses perdamaian dan memastikan upaya internasional tetap mengarah pada kemerdekaan Palestina serta terwujudnya solusi dua negara.

Anisha Aprilia/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID