Ekonomi . 26/01/2026, 15:38 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
"Alhamdulillah mas, harga gabah basah sekarang Rp650, kalau kering bisa Rp700 sampai Rp800.
Sangat membantu sekali mas," ucap Prasetyo penuh syukur sambil tak berhenti memanen padinya.
Angka ini jelas melampaui standar harga gabah kering yang pernah ditetapkan pemerintah, yakni Rp600 per kilogram.
Lonjakan harga gabah kering ini menjadi bukti nyata bahwa kesejahteraan petani kini mulai mendapatkan perhatian serius dalam prioritas ekonomi nasional.
Ini adalah momen krusial yang membuktikan bahwa suara petani didengar dan kebijakan pro-pertanian mulai membuahkan hasil.
Selain harga jual yang tinggi, biaya produksi para petani juga mengalami pengurangan yang signifikan.
Prasetyo menceritakan bahwa harga pupuk kini mengalami penurunan yang cukup drastis.
Sebelumnya, ia harus merogoh kocek sebesar Rp150.000 untuk setiap kantong pupuk berukuran 50 kilogram.
Namun kini, harga tersebut turun menjadi Rp125.000 saja.
Lebih menggembirakan lagi, stok pupuk juga sangat mudah mereka peroleh di pasar.
"Sekarang harga pupuk juga turun mas, sebelumnya Rp150.000 per kantong 50 kilogram sekarang jadi Rp125.000.
Gampang juga untuk dapatnya," tambah bapak dua anak tersebut dengan nada lega.
Meskipun selisih harga tersebut mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang, bagi petani kecil seperti Prasetyo, penghematan sebesar Rp25.000 per karung pupuk memiliki arti yang sangat besar.
Penghematan ini langsung berkontribusi pada penurunan modal tanam mereka.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media