fin.co.id - Sekitar 7.000 orang terpaksa menginap di Bandara New Chitose Hokkaido, Jepang, Minggu, 25 Januari 2026. Penyebabnya, 56 penerbangan yang menghubungkan pusat penerbangan di Jepang utara dengan kota-kota besar lainnya dibatalkan di tengah hujan salju lebat.
Dilaporkan Kyodo News, Sapporo mencatat curah salju 54 sentimeter dalam 24 jam hingga pukul 7 malam pada akhir pekan. Ini merupakan rekor tertinggi untuk bulan Januari, menurut pemerintah Hokkaido.
Sementara itu, lebih dari 500 layanan kereta api dibatalkan pada hari Minggu, karena petugas tengah membersihkan salju yang menutupi rel kereta api.
"Pembersihan termasuk pada jalur yang melayani Bandara New Chitose, dan menghubungkan Sapporo dengan Asahikawa dan Hakodate, yang memengaruhi sekitar 130.000 orang," sebut pernyataan JR Hokkaido.
Beberapa layanan kereta api juga masih ditangguhkan pada Senin, 26 Januari 2026.
Di Sapporo, sebuah lorong bawah tanah di sekitar Stasiun Sapporo tetap dibuka semalaman bagi mereka yang kesulitan pulang, dengan sekitar 340 orang berlindung di sana hingga pukul 5:30 pagi hari Senin.
Dilaporkan pula, 8 pria dilaporkan hilang pada Minggu malam, tetapi ditemukan keesokan paginya sekitar pukul 9:40 pagi saat menuruni gunung di Hirakawa, Prefektur Aomori, dengan mobil salju mereka. Tidak ada laporan cedera atau masalah kesehatan.
Menurut polisi setempat, kedelapan orang tersebut, yang diyakini sebagai penggemar mobil salju dari prefektur timur laut, meninggalkan rumah mereka pada Minggu pagi.
Salah satu dari mereka telah menghubungi keluarganya untuk mengatakan bahwa mereka berada di sebuah peternakan sebelum komunikasi terputus sementara.