fin.co.id - Memilih jurusan kuliah bukan cuma soal minat dan bakat, tapi juga kesiapan biaya. Bagi calon mahasiswa yang ingin masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tahun ini, Jurusan Farmasi dan Jurusan Psikologi menjadi dua pilihan favorit yang kerap dipertimbangkan.
Tak heran, kedua jurusan ini dikenal punya prospek kerja cerah, peluang karier luas, serta potensi penghasilan yang menjanjikan setelah lulus.
Namun sebelum mantap menentukan pilihan, penting bagi calon mahasiswa dan orang tua untuk mengetahui perkiraan biaya kuliah, terutama besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang harus dibayarkan setiap semester.
Lalu, berapa biaya kuliah Jurusan Farmasi dan Psikologi di kampus-kampus favorit seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Airlangga (Unair)? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Prospek Kerja Lulusan Jurusan Farmasi
Lulusan Farmasi memiliki peluang kerja luas di sektor kesehatan maupun industri. Beberapa profesi yang bisa ditekuni antara lain:
-
Apoteker di apotek, rumah sakit, klinik, hingga puskesmas
-
Staf Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA)
-
Peneliti dan staf R&D di industri obat, kosmetik, dan makanan
-
Regulatory Affairs yang mengurus izin edar BPOM
-
Dosen dan peneliti akademik
-
Medical Representative
Dengan kebutuhan tenaga farmasi yang terus meningkat, jurusan ini dinilai cukup aman dari sisi peluang kerja.
Prospek Kerja Lulusan Jurusan Psikologi
Sementara itu, lulusan Psikologi juga tidak kalah menjanjikan. Mereka dibutuhkan di berbagai sektor, seperti:
-
Human Resources Development (HRD)
-
Staf rekrutmen dan pelatihan karyawan
-
Konselor dan asisten psikolog
-
Staff psikotes
-
Trainer pengembangan SDM
-
Marketing research dan riset perilaku konsumen
Fleksibilitas bidang kerja inilah yang membuat Psikologi selalu diminati setiap tahun.
Sistem Biaya Kuliah di PTN: UKT dan Uang Pangkal
Di PTN, mahasiswa diwajibkan membayar UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang dibayarkan setiap semester atau enam bulan sekali. Besaran UKT biasanya dibagi dalam beberapa kelompok dan disesuaikan dengan kondisi ekonomi mahasiswa.