fin.co.id - Upaya pencarian korban bencana tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus ditingkatkan. Pada Senin, 26 Januari 2026, Tim SAR Gabungan mengerahkan anjing pelacak guna mempercepat proses pencarian korban yang diduga masih tertimbun material longsoran.
Selain unit K9, tim di lapangan juga mengoperasikan tiga unit excavator untuk membantu penggalian material. Pemilihan alat berat tersebut disesuaikan dengan kondisi tanah longsor yang masih tergolong lunak, sehingga memungkinkan penggunaan excavator berukuran sedang untuk menjangkau area pencarian secara lebih efektif.
“Polri juga mengerahkan anjing pelacak (K9) dalam membantu upaya percepatan proses pencarian korban,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin, 26 Januari 2026.
Sebanyak enam ekor anjing pelacak dari Detasemen K9 Unit SAR Direktorat Polisi Satwa diterjunkan untuk membantu operasi pencarian di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan hingga saat ini mencapai 17 orang. Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah berhasil mengidentifikasi 11 jenazah, sedangkan enam lainnya masih dalam tahap proses identifikasi lanjutan.
Pada hari sebelumnya, Minggu, Tim SAR Gabungan juga telah menyerahkan total 25 kantong jenazah kepada tim DVI. Jumlah tersebut mencakup jenazah yang telah teridentifikasi maupun yang masih dalam proses pencocokan data.
Seluruh hasil pencarian di lapangan selanjutnya ditangani oleh tim DVI untuk keperluan identifikasi. Proses ini dapat berlangsung lebih cepat apabila kondisi jenazah relatif utuh dan disertai data identitas pendukung.
Namun demikian, untuk jenazah yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh atau berupa potongan tubuh, diperlukan waktu tambahan guna mencocokkan data ante mortem secara menyeluruh.
Hingga saat ini, proses identifikasi terhadap seluruh kantong jenazah yang telah diserahkan masih terus berlangsung.
“Proses pencarian dilanjutkan dengan fokus titik pencarian yang sebelumnya sudah dipetakan melalui gambar yang diolah melalui drone,” pungkas Abdul Muhari.
Cahyono/Disway