Ringkasan:
- Longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat, memakan korban jiwa yang terus bertambah.
- Tim SAR gabungan menemukan sembilan kantung jenazah tambahan pada hari ketiga pencarian.
- Hingga saat ini, total 34 kantung jenazah telah berhasil dievakuasi, dengan 17 di antaranya sudah teridentifikasi.
fin.co.id - Bencana longsor kembali mengguncang Jawa Barat, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Terbaru, di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, tim SAR gabungan berhasil menemukan sembilan kantung jenazah tambahan pada hari ketiga pencarian, Senin, 26 Januari 2026. Penemuan ini menambah jumlah total korban yang dievakuasi menjadi 34 kantung mayat, memicu kewaspadaan akan dampak dahsyat dari peristiwa alam ini.
Longsor Maut di Bandung Barat: Korban Terus Bertambah
Kabar duka kembali datang dari tanah air. Longsor dahsyat di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Senin, 26 Januari 2026, kembali menelan korban jiwa. Tim SAR gabungan yang tak kenal lelah berupaya keras mencari korban yang tertimbun material longsor. Pada hari ketiga operasi pencarian, sembilan kantung jenazah tambahan berhasil ditemukan, menambah daftar panjang korban yang harus menghadapi kenyataan pahit.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengumumkan penemuan tragis ini. "Jadi total penemuan body pack yaitu 9 body pack hari ini, yang kami serahkan kepada DVI Polda Jabar. Jadi untuk total penemuan body pack dari hari pertama sampai dengan hari ketiga, ada 34 body pack," jelas Ade dengan nada prihatin.
Angka ini menunjukkan betapa luasnya cakupan bencana dan betapa sulitnya upaya penyelamatan. Setiap kantung jenazah yang ditemukan merupakan pengingat akan kerapuhan hidup di hadapan kekuatan alam.
Seluruh jenazah yang berhasil dievakuasi segera diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat. Mereka akan bekerja keras untuk mengidentifikasi setiap korban, memulihkan nama mereka, dan memberikan kepastian bagi keluarga yang menanti kabar duka. Proses identifikasi ini sangat krusial untuk memberikan keadilan dan penutup bagi mereka yang telah pergi.
Fokus Pencarian di Sektor Padat Permukiman
Strategi pencarian tim SAR gabungan berfokus pada area yang diduga paling terdampak. Ade Dian Permana menjelaskan bahwa pencarian difokuskan pada Sektor A1 dan A2, yang terletak di wilayah timur Desa Pasirlangu.
Sementara itu, Sektor B berada di sisi barat kawasan tersebut. Keputusan ini diambil berdasarkan informasi awal yang disampaikan oleh Kepala Desa Pasirlangu, yang menyebutkan banyaknya rumah warga yang tertimbun material longsor.
Ade mengungkapkan, Sektor A menjadi prioritas utama karena merupakan area dengan kepadatan permukiman yang tinggi.
"Kami memfokuskan proses pencarian dari hari pertama sampai dengan hari ketiga ini," ujarnya.
Prioritas ini sangat masuk akal, mengingat potensi jumlah korban yang lebih besar di area yang banyak dihuni warga. Tim SAR bekerja keras di bawah tekanan waktu dan kondisi medan yang sulit, demi menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa dan mengembalikan jenazah kepada keluarga.
Pencarian di area ini bukan hanya soal evakuasi, tetapi juga tentang memberikan sedikit kelegaan bagi keluarga yang menunggu. Setiap puing yang disingkirkan, setiap kantung jenazah yang ditemukan, adalah langkah kecil menuju penyelesaian dan pemulihan, meskipun luka akibat bencana ini akan membekas lama.