Cegah Penjarahan Aset Publik, Pramono Anung Instruksikan JPO Jakarta Gunakan Material Tak Bernilai Jual

news.fin.co.id - 28/01/2026, 07:34 WIB

Cegah Penjarahan Aset Publik, Pramono Anung Instruksikan JPO Jakarta Gunakan Material Tak Bernilai Jual

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung instruksikan penggunaan material anti-maling pada JPO setelah insiden pencurian besi di Daan Mogot.Foto:IG

fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengambil langkah tegas untuk menghentikan aksi pencurian fasilitas umum yang kerap meresahkan warga. Pramono menginstruksikan Dinas Bina Marga agar mulai menggunakan material "anti-maling" pada setiap pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) baru di ibu kota.

Keputusan ini merupakan respons cepat pemerintah setelah pelat besi JPO Sahabat di Jalan Daan Mogot, Kembangan, Jakarta Barat, raib digondol pencuri pada Sabtu 24 Januari 2026 lalu.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menjelaskan bahwa penggunaan material konvensional seperti besi sangat rawan karena memiliki nilai jual tinggi di pasar loak. Sebagai solusinya, pemerintah akan beralih ke material seperti wooden press atau conwood.

"Gubernur menginstruksikan agar JPO baru menggunakan material yang tidak memiliki nilai jual bagi pencuri, seperti conwood atau beton menyerupai kayu. Material ini sulit dicuri dan kalaupun diambil, tidak laku dijual kembali," ujar Chico kepada wartawan, Rabu 28 Januari 2026.

Advertisement

Selain soal material bangunan, Pemprov DKI juga menyoroti lemahnya pengawasan di lokasi kejadian. Chico mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa dua unit CCTV di JPO Sahabat sebenarnya tersedia, namun tidak berfungsi akibat kabelnya sengaja diputus oleh oknum tak bertanggung jawab.

Menyikapi hal tersebut, Pramono Anung memerintahkan perbaikan total sistem pengawasan. Pemerintah akan memasang CCTV tambahan di titik-titik strategis dan memastikan koneksinya tetap terjaga guna mencegah aksi kriminal serupa terulang kembali.

Aksi pencurian ini bukan sekadar kerugian materi bagi negara, tapi juga mengancam nyawa warga. Di lokasi JPO Sahabat, pelat besi berukuran 1x2 meter serta tiga pelat anak tangga hilang total. Kondisi ini menyisakan lubang menganga yang membahayakan pejalan kaki yang melintas.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengimbau warga untuk meningkatkan rasa memiliki terhadap fasilitas publik. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga aset kota.

"Kerja sama ini harus bersinergi. Kami meminta warga ikut mengawasi dan menjaga fasilitas JPO. Jika melihat aktivitas mencurigakan, segera laporkan," tegas Iin.

Saat ini, Pemprov DKI tengah melakukan perbaikan darurat pada JPO Sahabat agar mobilitas warga di kawasan Daan Mogot kembali aman dan nyaman.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID