fin.co.id - Pasar modal Indonesia dilanda kepanikan luar biasa hari ini, memicu anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara drastis dan membuat investor bergidik ngeri.
Ringkasan :
- IHSG terjun bebas hingga 8% ke level 7.654,66, memicu penghentian sementara perdagangan oleh BEI.
- Sentimen negatif dipicu laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mempertanyakan kualitas bursa Indonesia.
- Menteri Investasi Rosan Roeslani menegaskan transparansi dan akuntabilitas menjadi pemicu utama kegaduhan ini.
IHSG Ambyar! Investor Panik Diterpa Laporan MSCI
Bayangkan, jantung para investor berdebar kencang menyaksikan IHSG merosot tajam. Bursa domestik anjlok hingga 8% pada perdagangan Kamis pagi, 29 Januari 2026, menyentuh angka yang bikin bulu kuduk berdiri: 7.654,66.
Situasi mencekam ini bahkan memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk segera melakukan trading halt, alias penghentian sementara perdagangan.
Tujuannya jelas, meredam kepanikan yang melanda pasar dengan begitu cepat.
Sentimen negatif yang meledak ini ternyata bermula dari laporan yang dirilis oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Institusi ini, yang seringkali menjadi pedoman utama para investor global dalam mengambil keputusan investasi, mengeluarkan sebuah laporan yang secara serius mempertanyakan kualitas bursa saham Indonesia.
Investor global yang menganggap MSCI sebagai kitab suci investasi mereka langsung bereaksi keras terhadap laporan tersebut.
Reaksi ini kemudian memicu gelombang aksi jual massal yang tak terkendali.
Akibatnya, indeks saham domestik pun seketika berubah menjadi lautan merah, mencerminkan kondisi pasar yang sedang tertekan.
Menteri Rosan Roeslani Buka Suara: Transparansi Jadi Biang Kerok
Menghadapi situasi genting ini, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, tidak tinggal diam.