fin.co.id – Sebuah tragedi udara mengguncang Kolombia setelah sebuah pesawat komersial yang membawa 15 orang jatuh di wilayah pegunungan dekat perbatasan timur dengan Venezuela.
Seluruh awak dan penumpang dilaporkan tewas, termasuk seorang legislator dan calon legislatif yang tengah berkampanye, menurut pernyataan resmi otoritas setempat.
Pesawat jenis Beechcraft 1900 milik maskapai negara Satena dengan nomor registrasi HK4709 lepas landas dari Cúcuta menuju Ocana pada Rabu pagi.
Namun, kendali lalu lintas udara kehilangan kontak dengan pesawat sesaat sebelum dijadwalkan mendarat, memicu operasi pencarian intensif.
Akhirnya, puing-puing pesawat ditemukan di kawasan pegunungan yang terpencil tak lama setelah hilangnya sinyal.
“Sekali pesawat ditemukan di lokasi, otoritas dengan menyesal memastikan tidak ada yang selamat,” kata pernyataan dari Kementerian Transportasi Kolombia yang dikutip media internasional.
Di antara korban yang tewas adalah Diogenes Quintero, anggota Dewan Perwakilan dari Catatumbo yang dikenal sebagai advokat hak asasi manusia, serta Carlos Salcedo Salazar, seorang kandidat legislatif yang tengah berkampanye untuk pemilu mendatang.
Menteri Transportasi Maria Fernanda Rojas menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan pemerintah akan mengusut tuntas penyebab kecelakaan tersebut. “Negara ini berduka,” ujar kementerian dalam pernyataan yang diunggah secara daring.
Penyebab utama kecelakaan masih belum diketahui. Namun, wilayah tempat pesawat jatuh dikenal sebagai lokasi dengan cuaca ekstrem dan medan geografis yang sulit — daerah yang juga menjadi pusat aktivitas kelompok bersenjata dan perkebunan koka terbesar di dunia.
Pemerintah Kolombia telah mengaktifkan protokol darurat dan menyatukan berbagai tim penyelidik untuk menentukan faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan tragis tersebut. *