Ekonomi . 29/01/2026, 18:37 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
"Menurut saya kita harus respect atas apa yang diumumkan oleh MSCI," ujar Gundy Cahyadi dalam acara Prasasti Economic Forum 2026 di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, pada Kamis, 29 Januari 2026.
Ia menambahkan, "Memang ada kekhawatiran yang sejauh tahun lalu banyak disampaikan oleh investor global, tapi ini sebenarnya bukan mencari salahnya siapa."
Jangan pernah meremehkan dampak sentimen negatif dari MSCI.
Gundy Cahyadi memberikan peringatan serius mengenai konsekuensi jika Indonesia benar-benar dikeluarkan dari indeks pasar modal global.
Menurutnya, hal ini akan berujung pada dampak yang sangat destruktif bagi perekonomian nasional secara keseluruhan.
Pelarian modal asing secara masif bukan lagi sekadar ancaman, melainkan keniscayaan yang dapat merusak fondasi struktur ekonomi negara kita.
"Karena kalau memang risikonya kita dikeluarkan dari market, itu membuat satu risiko sangat besar," tegas Gundy dengan nada serius.
Ia melanjutkan, "Indonesia bukan hanya di mata global, tapi juga mempengaruhi pada ekonomi yang sangat strukturatif."
"Itu membuat kesan yang negatif, dan sebagainya, dan itu semuanya akan sangat berdampak dari perkembangan keseluruhan," tambahnya.
Ini berarti, perbaikan sistem transparansi bukan hanya penting untuk bursa saham, tetapi juga untuk kesehatan ekonomi Indonesia secara jangka panjang.
Solusi tercepat dan paling efektif untuk meredakan kepanikan di pasar modal Indonesia adalah dengan melakukan perbaikan sistem secara total.
Gundy Cahyadi secara gamblang menekankan urgensi peningkatan kualitas komunikasi kepada publik serta investor mancanegara mengenai regulasi yang berlaku di Indonesia.
Transparansi kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan syarat mutlak agar pasar modal Indonesia tetap mampu bersaing dan menarik di kancah internasional.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media