Kesehatan . 29/01/2026, 23:23 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Virus Nipah bukan penyakit menular biasa. Begitu masuk ke tubuh manusia, virus zoonotik ini bergerak cepat melalui aliran darah. Menyerang organ vital, dan dapat memicu gangguan saraf hingga kegagalan pernapasan yang berujung kematian.
Inilah alasan mengapa Nipah dikategorikan sebagai salah satu virus paling mematikan di dunia. Meski dapat menginfeksi semua kelompok usia, data menunjukkan sebagian besar kasus berat terjadi pada usia produktif.
Terutama mereka yang beraktivitas di sektor pertanian atau merawat anggota keluarga yang terinfeksi.
Virus Nipah dapat menyerang siapa saja, dari bayi hingga lansia. Namun, secara epidemiologis, mayoritas kasus tercatat pada kelompok usia 17 hingga 27 tahun. Rentang usia penderita berat mulai dari 6 bulan hingga lebih dari 75 tahun.
Menariknya, anak-anak relatif lebih jarang terinfeksi. Sebaliknya, dewasa muda, khususnya laki-laki, mendominasi jumlah kasus dengan persentase mencapai 61–74 persen.
Faktor pekerjaan dan paparan lingkungan menjadi pemicu utama, terutama pada mereka yang:
Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Dominicus Husada, menjelaskan perjalanan Virus Nipah di dalam tubuh selalu dimulai dari peredaran darah.
“Virus ini masuk ke darah terlebih dahulu, lalu bermigrasi ke organ-organ yang menjadi target utamanya,” ujar Dominicus secar daring, pada Kamis (29/1/2026).
Setelah berada di aliran darah, virus kemudian “memilih” lokasi yang paling disukainya: sistem saraf pusat dan saluran pernapasan.
Ketika Virus Nipah mencapai sistem saraf pusat, kondisi pasien bisa memburuk dengan cepat. Dampak yang paling sering muncul meliputi:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media