Kesehatan . 29/01/2026, 23:23 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
“Jika sistem saraf pusat sudah terlibat, pasien bisa mengalami penurunan kesadaran hingga tidak sadar sama sekali,” jelas Dominicus.
Fase ini menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kematian akibat infeksi Virus Nipah.
Selain otak, Virus Nipah juga dapat berpindah dari saluran cerna ke paru-paru dan saluran napas lainnya. Ketika ini terjadi, penderita berisiko mengalami:
Virus akan terus menyebar ke berbagai organ jika sistem imun tubuh gagal menahannya. Inilah yang membuat infeksi Nipah sering berkembang menjadi kondisi kritis dalam waktu singkat.
Pada tahap awal, infeksi Virus Nipah kerap menyerupai penyakit biasa. Gejala yang muncul antara lain:
Namun, kondisi ini dapat berkembang cepat menjadi gejala berat seperti:
Virus Nipah menjadi sangat mematikan bagi individu dengan penyakit penyerta. Menurut Dominicus, kelompok dengan komorbid memiliki risiko komplikasi dan kematian yang jauh lebih tinggi.
“Lansia dengan diabetes, penyakit paru obstruktif menahun, kanker, atau gangguan sistem kekebalan seperti HIV bisa mengalami kondisi yang sangat fatal,” ungkapnya.
Meski kasus pada anak lebih jarang, Virus Nipah tetap berbahaya, terutama bagi:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media