Pramono Klaim 6.000 Jalan Rusak Akibat Banjir Telah Diperbaiki

news.fin.co.id - 30/01/2026, 14:26 WIB

Pramono Klaim 6.000 Jalan Rusak Akibat Banjir Telah Diperbaiki

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Pintu Air Cengkareng Drain, Jakarta Barat, Jumat, 23 Januari 2026.

fin.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat ribuan titik jalan rusak akibat banjir telah ditangani. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan, sekitar 6.000 lubang jalan di berbagai wilayah Jakarta sudah dilakukan perbaikan sementara dengan metode tambal sulam.

Sejumlah ruas jalan diketahui mengalami kerusakan cukup serius setelah terendam banjir, kondisi yang dinilai berisiko bagi keselamatan para pengguna jalan.

"Sekarang ini Dinas Bina Marga sudah melakukan hampir 6.000 lubang yang ada di Jakarta, kemarin kami sudah hitung," ujar Pramono saat meninjau wilayah Cilincing, Jakarta Utara, Jumat, 30 Januari 2026.

Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa penanganan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara. Perbaikan permanen baru akan dilakukan setelah intensitas hujan menurun dan musim penghujan berakhir.

Advertisement

"Nanti curah hujannya sudah turun, kami akan lakukan perbaikan yang permanen," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menyampaikan wacana penggunaan jenis aspal khusus yang mampu menyerap air untuk menggantikan aspal konvensional. Langkah ini dipertimbangkan sebagai upaya mengurangi potensi kerusakan jalan saat terjadi genangan atau banjir.

Menurut Heru, kerusakan aspal kerap dipicu oleh kendaraan yang terus melintas di atas jalan yang tergenang air sehingga daya lekat aspal berkurang.

"Begitu daya lekatnya berkurang, kemudian dilintasi terus, dia lepas. Nah, kalau banjir terus dan dilintasi terus, ya akan rusak," kata Heru di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Ia menjelaskan, material aspal berpori yang dapat menyerap air sebenarnya sudah mulai diterapkan di sejumlah fasilitas publik, seperti trotoar. Namun, sebelum digunakan secara luas di jalan raya, diperlukan serangkaian uji teknis.

"Itu sudah digunakan untuk pembangunan trotoar, dia menyerap air," ujar Heru.

Cahyono/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID