Sekolah ini diharapkan mampu menjadi jembatan mobilitas sosial, membuka peluang masa depan yang lebih baik melalui pendidikan yang setara dan berkualitas.
“Sekolah terintegrasi diharapkan mampu menjembatani kesenjangan sekaligus mendorong mobilitas sosial melalui pendidikan,” kata Pratikno.
Terintegrasi dengan Vokasi Sesuai Potensi Wilayah
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan, sekolah terintegrasi akan disesuaikan dengan karakter dan potensi daerah masing-masing.
Jika sekolah berada di wilayah pesisir, maka pendidikan akan terintegrasi dengan vokasi perikanan dan kelautan. Sementara di wilayah daratan, sekolah akan dikaitkan dengan vokasi pertanian, peternakan, atau perkebunan.
“Sehingga lulusannya dapat terserap dan sesuai dengan kebutuhan riil dunia kerja,” ujar Prasetyo.
Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab persoalan link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja di daerah.
Tiga Transformasi Besar Pendidikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa sekolah terintegrasi memiliki tiga target besar, yaitu:
-
Transformasi infrastruktur pendidikan
-
Transformasi sumber daya manusia (SDM)
-
Transformasi pembelajaran berkelanjutan
Sekolah terintegrasi juga dirancang untuk mendukung proses transisi peserta didik secara lebih mulus, dengan kurikulum gabungan nasional dan internasional, namun tetap berakar pada budaya lokal.
“Sekolah terintegrasi diharapkan dapat menjadi motor penggerak di level kecamatan,” tegas Abdul Mu’ti.