Nasional . 31/01/2026, 13:57 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Informasi mengenai pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Tak sedikit calon pelamar yang mulai sibuk mencari kepastian, bahkan bertanya-tanya, kapan CPNS 2026 dibuka dan apakah pendaftarannya benar-benar sudah dimulai.
Sayangnya, di tengah tingginya antusiasme tersebut, justru beredar banyak informasi menyesatkan di media sosial.
Mulai dari unggahan jadwal palsu, tautan pendaftaran mencurigakan, hingga video yang mengklaim pendaftaran CPNS 2026 telah resmi dibuka.
Lantas, bagaimana fakta sebenarnya?
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) secara tegas menyatakan hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait pembukaan CPNS 2026.
Pernyataan ini sekaligus membantah berbagai informasi viral yang beredar luas di media sosial. Bahkan, KemenPANRB memastikan sejumlah konten tersebut merupakan hoaks, termasuk yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Seluruh informasi resmi terkait seleksi CASN hanya diumumkan melalui kanal resmi pemerintah,” tulis KemenPANRB melalui akun Instagram resminya, dikutip Sabtu (31/1/2026).
Masyarakat pun diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya, apalagi jika disertai tautan pendaftaran di luar situs resmi pemerintah.
Terkait kemungkinan pembukaan CPNS 2026, pemerintah menegaskan bahwa saat ini masih berada dalam tahap evaluasi dan perhitungan kebutuhan formasi.
KemenPANRB menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan terhadap pelaksanaan seleksi CASN tahun sebelumnya.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan rekrutmen ASN selanjutnya agar lebih efektif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan instansi.
“Mengenai Pengadaan CASN Tahun 2026, saat ini Pemerintah tengah melakukan evaluasi pelaksanaan pengadaan tahun sebelumnya dan sedang melakukan penghitungan untuk menentukan jumlah dan jenis formasi yang dibutuhkan,” jelas KemenPANRB.
Penghitungan ini juga mempertimbangkan kebutuhan organisasi, distribusi ASN di pusat dan daerah, serta dukungan terhadap program prioritas nasional.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media