Pendidikan . 02/02/2026, 18:06 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Universitas Brawijaya (UB) resmi menetapkan daya tampung mahasiswa baru tahun 2026. Informasi ini menjadi kabar penting bagi para calon mahasiswa yang sedang menyusun strategi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) favorit.
Berdasarkan data yang dirilis melalui situs resmi Seleksi Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya (selma.ub.ac.id), UB membeberkan secara detail jumlah kuota mahasiswa baru di setiap fakultas dan program studi, baik untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Dengan mengetahui daya tampung sejak awal, calon mahasiswa bisa mengukur peluang, memetakan tingkat persaingan, serta menentukan pilihan jurusan secara lebih realistis dan terarah.
Sebagai salah satu PTN favorit di Indonesia, Universitas Brawijaya selalu menjadi incaran ribuan siswa setiap tahunnya. Untuk tahun akademik 2026, UB kembali membuka ribuan kursi mahasiswa baru di berbagai fakultas.
Berikut beberapa contoh daya tampung Universitas Brawijaya 2026 yang telah diumumkan:
SNBP: 140 mahasiswa
SNBT: 210 mahasiswa
Fakultas Hukum UB masih menjadi salah satu fakultas dengan peminat tinggi. Kuota yang cukup besar menunjukkan tingginya kebutuhan akan lulusan hukum di berbagai sektor.
Untuk rumpun kesehatan, UB menetapkan kuota yang relatif terbatas karena menyesuaikan dengan fasilitas praktik dan standar kompetensi.
Ilmu Keperawatan
SNBP: 44 mahasiswa
SNBT: 66 mahasiswa
Gizi
SNBP: 36 mahasiswa
SNBT: 54 mahasiswa
Jumlah daya tampung yang terbatas ini menandakan persaingan masuk Fakultas Ilmu Kesehatan UB akan cukup ketat, sehingga calon mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak dini.
Mengetahui daya tampung tiap jurusan di Universitas Brawijaya bukan sekadar formalitas. Informasi ini bisa membantu calon mahasiswa:
Mengukur peluang lolos berdasarkan jumlah kursi dan tingkat peminat
Menyusun strategi pemilihan jurusan secara realistis
Membandingkan peluang SNBP dan SNBT
Menghindari salah pilih jurusan yang terlalu ketat persaingannya
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media