Nasional . 02/02/2026, 15:15 WIB

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 2 Februari 2026

Penulis : Khanif Lutfi  |  Editor : Khanif Lutfi

fin.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemantauan terhadap sejumlah peristiwa bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB hingga 2 Februari 2026 pukul 07.00 WIB, kejadian bencana yang tercatat didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah.

Peristiwa bencana baru yang tercatat adalah banjir yang melanda Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, pada Minggu (1/2) sekitar pukul 04.00 WIB. Banjir terjadi akibat sistem drainase yang tidak mampu menampung volume air hujan sehingga menggenangi permukiman warga.

Sebanyak 70 Kepala Keluarga (KK) atau 136 jiwa di Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Muara Enim, terdampak kejadian tersebut.

Menindaklanjuti peristiwa ini, BPBD Kabupaten Muara Enim telah melakukan evakuasi warga terdampak, pendataan, kaji cepat, serta pemantauan perkembangan situasi di lokasi terdampak. Saat ini banjir dilaporkan telah surut.

Selanjutnya, tanah longsor terjadi di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Minggu (1/2). Peristiwa yang terjadi di Desa Tribakti Mulya, Kecamatan Pangalengan, mengakibatkan dua jiwa meninggal dunia setelah satu unit rumah kontrakan tertimpa material longsoran. Selain satu unit rumah mengalami rusak berat, tujuh unit rumah lainnya terancam karena berada di area rawan longsor.

BPBD Kabupaten Bandung telah melakukan asesmen, kaji cepat, serta berkoordinasi dengan aparatur desa dan kecamatan setempat. Hingga Minggu (1/2), material longsor telah dibersihkan oleh masyarakat bersama tim gabungan.

Di wilayah Jawa Tengah, cuaca ekstrem dilaporkan terjadi di Kabupaten Semarang pada Sabtu (31/1), dipicu oleh hujan berintensitas sedang disertai angin kencang. Tiga desa di tiga kecamatan terdampak, yakni Desa Barukan, Kecamatan Tengaran; Desa Sumberejo, Kecamatan Pabelan; serta Desa Plumbon, Kecamatan Suruh.

Sebanyak 15 KK terdampak dengan kerugian materiil berupa satu unit rumah rusak berat, satu unit rumah rusak sedang, dan 13 unit rumah rusak ringan. BPBD Kabupaten Semarang telah melakukan penanganan pohon tumbang, pendistribusian bantuan logistik, serta penanganan terhadap rumah terdampak.

Masih di Jawa Tengah, banjir dilaporkan terjadi di Kabupaten Pemalang pada Sabtu (31/1) pukul 23.50 WIB akibat meluapnya Sungai Srenseng, Sungai Medana, serta irigasi buangan. Tinggi muka air tercatat berkisar antara 20 hingga 130 sentimeter.

Sebanyak lima desa dan dua kelurahan di Kecamatan Pemalang terdampak banjir.

Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Pemalang, jumlah warga terdampak mencapai 5.047 KK atau 13.533 jiwa, dengan 1.147 unit rumah terendam banjir.

BPBD Kabupaten Pemalang bersama BPBD Provinsi Jawa Tengah telah melakukan penanganan darurat berupa evakuasi warga terdampak, pendataan, serta pendistribusian bantuan logistik. Pada Minggu (1/2), genangan air dilaporkan telah berangsur surut.

Selain di Jawa Tengah, banjir juga terjadi di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (31/1) pukul 16.00 WITA. Banjir yang dipicu oleh hujan berintensitas tinggi ini mengakibatkan tinggi muka air mencapai satu meter di permukiman warga.

Sebanyak 100 KK atau 300 jiwa di Desa Gapit dan Desa Sepayung, Kecamatan Empang, terdampak banjir. Selain itu, 15 unit rumah dilaporkan mengalami rusak ringan. BPBD Kabupaten Sumbawa telah melakukan koordinasi, pendataan, asesmen, serta evakuasi dan pertolongan terhadap warga terdampak.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com