fin.co.id - Ada kabar baik bagi para pengguna angkutan umum di DKI Jakarta dan sekitarnya. Mulai pekan depan, Transjabodetabek yang menghubungkan Terminal Blok M-Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) bakal dioperasikan.
Menurut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pembukaan rute baru Transjabodetabek untuk memperluas jangkauan transportasi publik sekaligus menekan penggunaan kendaraan pribadi.
Pramono menyampaikan keyakinannya bahwa jalur baru tersebut akan diminati banyak penumpang. Optimisme itu didasarkan pada kinerja sejumlah rute Transjabodetabek yang lebih dulu beroperasi dan menunjukkan tingkat okupansi tinggi.
"Minggu depan saya akan membuka rute baru dari Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta. Rute ini akan langsung dari Blok M ke Soekarno-Hatta. Saya percaya dan berharap rute ini akan seperti rute Blok M–Bogor," ujar Pramono di Shangri-La Hotel Jakarta, Selasa (3/2).
Ia menjelaskan, layanan transportasi dari kawasan Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta selama ini kerap dipadati penumpang. Oleh karena itu, ia menilai pembukaan rute baru Transjabodetabek berpotensi menekan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi, khususnya mobil.
Tarif Transjabodetabek Rute Blok M-Bandara Soetta Rp3.500
Dengan hadirnya rute tersebut, masyarakat disebut memiliki alternatif baru untuk mencapai Bandara Soekarno-Hatta. Faktor tarif yang terjangkau juga menjadi salah satu daya tarik, mengingat biaya perjalanan ditetapkan hanya Rp3.500.
"Saya meyakini ini akan menjadi pilihan bagi masyarakat siapa pun yang selama ini misalnya menggunakan Damri atau taksi, sekarang ini punya pilihan bisa menggunakan Transjakarta yang biayanya relatif murah, hanya 3.500, dan kemudian pasti lebih cepat karena punya jalur khusus," jelasnya.
Rute Transjabodetabek terbaru ini akan melengkapi jaringan layanan yang telah ada sebelumnya, di antaranya rute Alam Sutera–Blok M, PIK 2–Blok M, Bogor–Blok M, serta Ancol–Blok M.
Menurut Pramono, kehadiran jalur baru tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, baik yang hendak menuju maupun meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan masih mematangkan aspek teknis dan operasional layanan.
"Mengenai detail jalurnya nanti disampaikan oleh Dinas Perhubungan," tandasnya.