fin.co.id - Sejumlah kecil warga Palestina yang terluka dan pendamping mereka memasuki Mesir dari Gaza, Senin, 2 Februari 2026. Awal pekan ini merupakan hari pertama pembukaan kembali perbatasan Rafah secara terbatas.
“Lima orang yang terluka dan tujuh pendamping menyeberangi perbatasan," kata seorang sumber kepad AFP.
Menurut tiga pejabat di perbatasan Mesir, jumlah pasien yang diizinkan masuk ke Mesir melalui perbatasan dibatasi hingga 50 orang pada hari Senin, masing-masing didampingi oleh dua pendamping.
Seorang pejabat kesehatan Mesir mengatakan kepada AFP pada hari Senin bahwa tiga ambulans telah tiba dengan pasien Palestina yang diperiksa saat tiba untuk menentukan rumah sakit mana yang akan dituju.
Kantor Berita Al-Qahera, mengutip Kementerian Kesehatan Mesir, melaporkan bahwa 150 rumah sakit dan 300 ambulans telah disiapkan untuk menerima pasien Palestina.
Disebutkan bahwa 12.000 dokter dan 30 tim penempatan cepat telah dialokasikan untuk menangani mereka yang dipindahkan.
Ada 20 Ribu Pasien di Gaza yang Butuh Perawatan
Direktur Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza, Mohammed Abu Salmiya, mengatakan ada 20.000 pasien di wilayah tersebut yang sangat membutuhkan perawatan, termasuk 4.500 anak-anak.
Tidak ada pengumuman resmi tentang jumlah orang yang kembali ke Gaza melalui perbatasan tersebut.
Gambar AFP pada hari Senin menunjukkan bus-bus kosong yang kembali ke Mesir setelah mengangkut warga Palestina ke Gaza sebelumnya pada hari itu.
Pengaktifan kembali sebagian operasi di perbatasan tersebut terjadi setelah pasukan Israel merebut kendali gerbang menuju Mesir pada Mei 2024 selama perang dengan Hamas.